Pete Buttigieg, mantan Menteri Transportasi Amerika Serikat, menjadi korban laporan palsu yang diajukan ke Child Protective Services (CPS) terkait anak kembarnya yang berusia 4 tahun.

Dalam unggahan di Substack pada Jumat (26/6/2026), Buttigieg menceritakan bahwa seorang petugas polisi dan pekerja CPS tiba-tiba mendatangi rumahnya beberapa hari lalu.

in1

>>> Gubernur North Carolina Kecam Bendera Konfederasi di Pameran Negara Bagian

Mereka mengatakan ada tuduhan terhadap dirinya yang melibatkan kedua anaknya. Polisi Negara Bagian Michigan kemudian mengonfirmasi bahwa tuduhan tersebut palsu.

Buttigieg mengaku dilarang sendirian dengan anak-anaknya hingga wawancara selesai keesokan harinya. Akibatnya, kedua anaknya harus menginap di rumah kakek-nenek mereka.

Ia menyebut momen itu sebagai "salah satu jam tergelap dalam hidup saya". Buttigieg mengatakan ia tidak tahu dari mana tuduhan itu berasal dan apa isinya.

CPS baru memberitahu isi tuduhan saat giliran Buttigieg diwawancarai.

>>> Babak I Piala Dunia: Cape Verde vs Arab Saudi Masih 0-0

Tuduhan tersebut menyebut bahwa seseorang yang mengaku pernah bertemu Buttigieg di sebuah konferensi di Alabama mengatakan ia mengaku melakukan "kejahatan kekerasan yang tak terkatakan" dan menganggap anak-anaknya berisiko.

Namun, Buttigieg mengaku tidak pernah mengunjungi kota di Alabama yang disebutkan dalam laporan tersebut. Polisi dan pekerja CPS tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan itu.

Buttigieg menyebut pengalaman ini sebagai "hal paling buruk yang pernah terjadi pada saya sejak karier saya dalam pelayanan publik dimulai".

>>> Wapres Vance Peringatkan Iran: Kekerasan Akan Dibalas Kekerasan

Polisi Negara Bagian Michigan menegaskan bahwa laporan palsu semacam ini berbahaya karena mengalihkan petugas dari penanganan keadaan darurat yang sah dan melindungi anak-anak serta keluarga yang rentan.