Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Belum Bisa Bikin Mobil Sendiri?

Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pertanyaan kritis kepada kalangan akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Ia mempertanyakan mengapa Indonesia yang menjelang usia ke-81 tahun belum mampu memproduksi secara mandiri sejumlah kebutuhan strategis, termasuk kendaraan bermotor.
>>> Ramalan Zodiak 27 Juni: Leo Manfaatkan Kesempatan, Cancer Lakukan Terobosan
"Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" tanya Prabowo kepada para rektor, dekan, dan dosen yang hadir.
Prabowo juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor, seperti benih gandum dan produktivitas kelapa sawit yang kalah dari Malaysia.
"Saya berdiri di depan saudara-saudara. Kalian yang PhD.
Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?"
ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi langkah awal menuju kemandirian, salah satunya dengan penggunaan mobil Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad sebagai mobil kepresidenan.
"Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara.
Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo mengaku sempat menghadapi kendala teknis pada awal penggunaan Maung, seperti kebocoran saat hujan. Namun, ia memaklumi dan meminta penyempurnaan.
"Risikonya sekarang selama saya jadi presiden ya harus naik mobil buatan Indonesia. Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras.
Kalau hujan keras sempat bocor juga itu. Tapi saya kembalikan, Profesor Sigit gimana nih mobil presiden bocor?
Perbaiki," tuturnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo bertujuan mendorong pengembangan mobil dan motor nasional, terutama yang berbasis teknologi listrik.
"Kita berharap makin banyak tenaga-tenaga ahli terampil di bidang yang kita kehendaki untuk bergabung mengembangkan mobil nasional kita dan motor nasional.
Tapi memang kemungkinan besar arahnya ke mobil maupun motor listrik," ujar Prasetyo.
Update Terbaru
Microsoft Batalkan Fitur AI History Search di Edge, Ini Alasannya
Sabtu / 27-06-2026, 07:22 WIB
Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak
Sabtu / 27-06-2026, 07:21 WIB
Mentrans Dorong Hunian Vertikal untuk Transmigran Pendatang
Sabtu / 27-06-2026, 07:21 WIB
Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Tegaskan Soekarno Lahir di Surabaya
Sabtu / 27-06-2026, 06:59 WIB
Tradisional Massage Jadi Tren Gaya Hidup Modern di Surabaya, Kayuputih Family Reflexology Hadirkan Fasilitas Ini
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Mercedes Minta Karyawan di Jerman Kerja Lembur Tanpa Bayaran
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Nebraska Bangun Pipa Air Limbah Rp160 Miliar untuk Dinginkan Pusat Data AI
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Juara NBA New York Knicks Akan Tampil di Acara 'Wild N' Out' Nick Cannon
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
7 Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Hubungan, Jangan Selingkuh!
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
Dembele Cetak Hattrick Tercepat di Piala Dunia sejak 1954
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
Bintang 'Mormon Wives' Whitney Leavitt Resmi Miliki Rumah Impian
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
Prabowo: Posisi Strategis Kabinet Banyak Diisi Profesor
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
KPop Demon Hunters Kuasai Top 10 Netflix di 93 Negara
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
Perampok Bersenjata Gasak Jutaan Dolar di Cannes, CEO Cymbiotika Jadi Korban
Sabtu / 27-06-2026, 06:42 WIB






