Sebuah proyek infrastruktur yang tidak biasa tengah berlangsung di Lincoln, Nebraska.

Bukan jalan raya atau kabel serat optik, melainkan pipa air limbah senilai $10 juta (sekitar Rp160 miliar) yang didanai Google untuk mendinginkan pusat datanya.

in1

>>> Juara NBA New York Knicks Akan Tampil di Acara 'Wild N' Out' Nick Cannon

Pipa sepanjang sekitar 4,8 kilometer ini akan mengalirkan air pendingin dari pusat data di dekat North 56th Street dan Interstate 80 ke Northeast Water Resource Recovery Facility.

Air tersebut kemudian akan diperiksa, diolah, dan dilepaskan ke Salt Creek.

Pada kapasitas puncak, pipa diperkirakan mengalirkan 2.040 galon per menit, setara 122.400 galon per jam atau sekitar 2,9 juta galon per hari.

Namun, aliran tersebut tidak akan berjalan terus-menerus pada tingkat maksimal.

Air Pendingin yang Tidak Bersentuhan Langsung

Air yang digunakan adalah "non-contact cooling water", artinya tidak menyentuh bahan baku, produk antara, atau limbah. Meski relatif bersih, air ini tetap harus diuji sebelum dibuang.

Pengujian meliputi suhu, pH, nitrogen, fosfor, minyak dan lemak, klorin, padatan tersuspensi, kebutuhan oksigen biokimia, amonia, dan bakteri E.

coli.

Mengapa Lincoln Menyetujui Proyek Ini

Proyek ini terkait dengan Agate LLC, yang diidentifikasi sebagai anak perusahaan Google. Dewan Kota Lincoln menyetujui perjanjian ini dengan suara bulat 7-0.

Erika Hill, petugas informasi publik Lincoln Transportation and Utilities, mengatakan proyek ini memastikan Google tidak akan membebani kapasitas pengolahan air limbah kota.

Sistem air limbah Lincoln mencakup lebih dari 1.600 km saluran pembuangan, 15 stasiun pompa, dan dua fasilitas pemulihan air.

>>> 7 Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Hubungan, Jangan Selingkuh!