Metode Akustik Baru Deteksi Terowongan Tersembunyi di Bawah Jalan
Tim peneliti dari Oak Ridge National Laboratory (ORNL) di Tennessee berhasil mendemonstrasikan metode akustik baru untuk mendeteksi terowongan tersembunyi di bawah jalan atau rel kereta.
Pendekatan ini membalik strategi pencarian konvensional. Alih-alih mengirim sinyal dari permukaan ke bawah, tim justru mengirim suara dari bawah target ke atas.
>>> XLSmart Perluas Jaringan 5G di Kalimantan, Kini Jangkau 55 Daerah
Cara Kerja Metode Baru
Selama beberapa dekade, deteksi terowongan biasanya dimulai dari permukaan. Insinyur mengirim sinyal ke dalam tanah dan mempelajari pantulannya.
ORNL mencoba pendekatan sebaliknya.
Dipimpin oleh peneliti Mike Kass, tim menempatkan sumber akustik di bawah terowongan potensial dan mengukur getaran di atas tanah.
Kass mengatakan tujuannya adalah meningkatkan deteksi dengan 'menangkap hamburan sinyal' yang mungkin terlewat oleh metode permukaan.
Uji Lapangan Berhasil
Untuk menguji ide tersebut, para peneliti membangun terowongan baja sepanjang 40 kaki di kampus ORNL di Oak Ridge, Tennessee.
Terowongan itu dikubur sekitar 10 kaki di bawah permukaan.
>>> Sosok Ustadzah Hajar di TikTok Diduga Buatan AI, Bikin Heboh
Tim kemudian menempatkan sumber akustik ke dalam lubang bor vertikal sedalam 30 kaki. Di permukaan, mereka memasang geofon untuk merekam pergerakan suara sebelum dan sesudah terowongan dipasang.
Hasilnya menunjukkan sinyal subharmonik yang khas. Sinyal frekuensi rendah ini muncul hanya ketika terowongan ada dan suara datang dari bawah.
Charles Finney, peneliti senior di ORNL, mengatakan respons tersebut 'hanya muncul ketika terowongan ada.' Ini menjadikannya tanda tangan potensial untuk deteksi terowongan.
Metode ini terinspirasi dari teknik seismic profiling vertikal yang biasa digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas.
ORNL membalik pengaturan tersebut dengan sumber suara di bawah target dan sensor di atas.
>>> Top Assist Piala Dunia 2026: Olise dan Guimares Pimpin Daftar
Tim berencana menguji metode ini di berbagai jenis tanah, menyempurnakan analisis sinyal, dan mempelajari apakah sinyal dapat diandalkan untuk mendeteksi rongga bawah tanah lainnya.
Update Terbaru
Penumpang United Airlines Ngamuk di Pesawat, Pilot Putuskan Mendarat Darurat di Tokyo
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Wagub Rano: Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 Triliun
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Lighthouse Parenting: Pola Asuh Seimbang untuk Kemandirian Anak
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung
Jumat / 26-06-2026, 20:43 WIB
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan, Belum Ada Laporan Korban
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Bahan Kimia Umum Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita Muda
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Ilmuwan Terkejut Temukan Mekanisme Pembentukan Gunung Etna
Jumat / 26-06-2026, 20:41 WIB






