Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Filipina pada Jumat (26/6) malam.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 19.42 waktu setempat (11.42 GMT).

in1

>>> Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba

Pusat gempa berada di kedalaman 52,4 kilometer, sekitar 35 kilometer di barat daya Kota Jose Abad Santos, Pulau Mindanao.

USGS menyatakan tidak ada peringatan tsunami akibat gempa ini. Besaran gempa semula dilaporkan 6,7 magnitudo, kemudian direvisi menjadi 6,5.

Pejabat tim penyelamat Kota Santa Maria, Jerson Talahig, mengatakan hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan.

"Guncangannya cukup kuat, tetapi berlangsung singkat. Kami melihat meja dan beberapa lampu bergoyang," ujarnya kepada AFP.

Gempa ini terjadi kurang dari tiga pekan setelah gempa besar magnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni lalu.

>>> Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya

Gempa tersebut menyebabkan bangunan runtuh, tanah longsor, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Gempa 8 Juni juga memicu peringatan tsunami dan mengangkat dasar laut hingga sekitar dua meter di sepanjang garis pantai, memperluas garis pantai hingga sekitar 200 meter.

Hingga Jumat, gempa 8 Juni telah menewaskan 81 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang.

Filipina sering mengalami gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), jalur aktivitas seismik tinggi yang membentang dari Jepang hingga Samudra Pasifik.

>>> Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu

Salah satu sumber aktivitas seismik utama di wilayah itu adalah Palung Cotabato, yang terletak sekitar 50 kilometer dari pesisir selatan Mindanao.