AS dan China Kirim Bantuan ke Venezuela Usai Dua Gempa Dahsyat
Amerika Serikat, China, dan sejumlah negara lain mulai mengirimkan bantuan ke Venezuela setelah dua gempa besar mengguncang negara itu pada Rabu (24/6) malam waktu setempat.
Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 berpusat di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy.
>>> Riset Ungkap Alasan Milenial dan Gen Z Lebih Cepat 'Jompo'
Sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua dengan magnitudo 7,5 terjadi.
Sejauh ini, 32 orang dilaporkan tewas akibat gempa tersebut. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah karena proses evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan masih berlangsung.
Bantuan dari AS dan China
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan otoritas Venezuela untuk memobilisasi bantuan darurat, terutama medis.
Pejabat Kementerian Luar Negeri AS, Jeremy Lewin, mengatakan tim bantuan bencana dan gugus tugas khusus telah diaktifkan untuk menyalurkan bantuan bagi warga Venezuela.
"Amerika Serikat akan mengirim tim pencarian dan penyelamatan, pasokan medis dan kemanusiaan, serta berbagai sumber daya lainnya," ujar Lewin.
>>> G-Shock Rilis Jam Tangan Pokémon Edisi 30 Tahun, Penuh Kejutan Nostalgia
Kedutaan Besar AS di Caracas melaporkan seluruh personel Amerika dalam kondisi aman.
China juga menyatakan kesiapan membantu Venezuela.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan Beijing akan melakukan segala upaya untuk membantu menghadapi dampak bencana.
Hingga saat ini, belum ada laporan warga negara China yang menjadi korban tewas atau terluka akibat gempa.
Spanyol turut menyatakan akan menyalurkan bantuan. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyampaikan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela melalui unggahan di X.
>>> Pre-order GTA 6 Resmi Dibuka, Harga dan Edisi Dikonfirmasi
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, mengatakan Madrid siap mengirimkan bantuan darurat yang dibutuhkan untuk penanganan bencana.
Update Terbaru
Brantas Abipraya Kebut PSN Bendungan Bulango Ulu, Progres Tembus 94,99%
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Lexus Hentikan EV Sedan LF-ZC, Setujui Penerusnya di Hari yang Sama
Kamis / 25-06-2026, 18:40 WIB
Trump Cekcok dengan Anggota Partai Sendiri saat Rapat di Kongres AS
Kamis / 25-06-2026, 18:40 WIB
Kaesang Dampingi Jokowi Blusukan ke Lampung Selama Tiga Hari
Kamis / 25-06-2026, 18:36 WIB
Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Berproses, Dilakukan Lemigas
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Sinopsis Ghostbusters: Afterlife, Tayang di Bioskop Trans TV 25 Juni 2026
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
363 Laga Tersaji di Hari Pertama Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Best Buy Jadi Satu-satunya Retailer Nasional AS untuk TV Micro RGB Samsung
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Pembaruan Keamanan Juni 2026 untuk Galaxy S23 Mulai Digulirkan
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Ilmuwan Ungkap Monster Laut Raksasa 19 Meter yang Pernah Kuasai Lautan Purba
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Dell Luncurkan PowerEdge XE8812 dengan NVIDIA Vera Rubin NVL4, Dukung 144 GPU per Rak
Kamis / 25-06-2026, 18:30 WIB
Samsung Galaxy S27 Pro Muncul di Database GSMA, Konfirmasi Empat Model Seri S27
Kamis / 25-06-2026, 18:30 WIB
Denmark Ganti Lampu Jalan dengan LED Merah demi Kelelawar
Kamis / 25-06-2026, 18:30 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 164 Jiwa, 971 Orang Luka
Kamis / 25-06-2026, 18:28 WIB






