Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan rencana impor minyak dari Rusia terus berjalan.

Kerja sama ini sebelumnya telah disepakati dalam skema government to government (G2G) antara kedua negara.

in1

>>> Sinopsis Ghostbusters: Afterlife, Tayang di Bioskop Trans TV 25 Juni 2026

Bahlil mengungkapkan bahwa impor tersebut akan dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Secara prinsip, kontrak kerja sama telah disepakati meskipun proses teknis masih berlangsung.

"Saya coba cek secara teknis ya, tapi yang saya tahu adalah kontrak sudah dilakukan.

Dilakukan oleh Lemigas, BLU daripada Kementerian ESDM," ujar Bahlil dalam Energy Forum CNBC Indonesia, Kamis (25/6).

Meski belum merinci volume minyak yang akan didatangkan, Bahlil menyebut kapasitas impor dari Rusia masih berpotensi bertambah.

>>> 363 Laga Tersaji di Hari Pertama Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden

"Volumenya itu bisa berkembang lebih banyak lagi ke depan, tapi kontraknya sudah," jelasnya.

Bahlil juga menepis kekhawatiran terkait dampak krisis energi Rusia terhadap pasokan ke Indonesia. Menurutnya, komitmen pasokan tetap terjaga karena telah dibahas di tingkat kepala negara.

"Kita kan sudah ada deal antara G2G dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo," imbuhnya. Ia juga telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Energi Rusia untuk memastikan kelanjutan kerja sama.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan realisasi transaksi tinggal menunggu waktu. Tahapan kerja sama telah bergerak dari kesepakatan G2G menuju pelaksanaan komersial.

>>> Best Buy Jadi Satu-satunya Retailer Nasional AS untuk TV Micro RGB Samsung

"Sudah, sudah sebentar lagi akan ada transaksi, sebentar lagi ya," kata Laode. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini telah didukung penerbitan Peraturan Presiden sebagai landasan pelaksanaan.