Kementerian Sosial (Kemensos) mematangkan persiapan Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027 menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin rapat dinas persiapan di Kantor Kemensos pada Kamis (25/6).

in1

>>> DPR Ungkap Harga Asli Pertamax Tembus Rp20 Ribu Tanpa Subsidi

Lima aspek utama dibahas: sarana dan prasarana, kesiapan siswa, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, kesiapan pelaksanaan MPLS, serta dukungan anggaran.

Gus Ipul menegaskan seluruh satuan kerja harus memastikan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat terpenuhi sebelum MPLS dimulai.

Ia meminta setiap perkembangan, mulai dari pembangunan sekolah hingga kebutuhan yang masih kurang, dilaporkan secara rinci dan tertulis.

"Kita ingin memastikan tidak ada keterlambatan. Semua harus dipetakan sejak sekarang," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Potensi masalah harus segera dilaporkan agar bisa dibantu penyelesaiannya sejak dini.

Progres Pembangunan dan Transisi

Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen masih berjalan di 93 titik lokasi.

Belum ada lokasi yang rampung seluruhnya, meski sejumlah titik sudah menunjukkan progres signifikan.

Lima lokasi dengan progres tertinggi berada di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu.

Gus Ipul meminta seluruh sentra dan balai Kemensos memberikan pendampingan penuh selama masa transisi dari sekolah rintisan ke gedung permanen.

Ia juga mengingatkan agar proses ini tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

Seleksi Siswa dan Dukungan Taruna

Kemensos juga mematangkan mekanisme penetapan siswa, terutama di lokasi yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota.

>>> Ochoa Haru Usai Masuk Sebagai Pengganti di Laga Meksiko vs Ceko

Proses seleksi akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah daerah.

Langkah ini bertujuan memastikan siswa yang diterima berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tertinggi.