Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan harga Pertamax bisa mencapai Rp20 ribu per liter jika dijual sesuai harga keekonomian tanpa intervensi pemerintah.

Informasi itu diperoleh Bambang setelah berdiskusi dengan PT Pertamina terkait struktur biaya bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dengan RON 92.

in1

>>> Ochoa Haru Usai Masuk Sebagai Pengganti di Laga Meksiko vs Ceko

Menurut Bambang, pada 10 Juni lalu biaya pokok Pertamax mencapai sekitar US$1,1 per liter.

Jika dikonversi ke rupiah, nilainya berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

"Saya tanya kepada kawan-kawan Pertamina, itu RON 92 ketika tanggal 10 Juni, sebetulnya modal kalian berapa? Itu US$1,1 dolar per liter.

Kalau kita rupiahkan, artinya sekitar Rp19.000 sampai Rp20 ribu," ujar Bambang dalam Energy Forum, Kamis (25/6).

Namun, pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan harga jual Pertamax di bawah harga keekonomian tersebut. Saat ini Pertamax dijual seharga Rp16.250 per liter di sejumlah daerah.

>>> Jinx Chapter 103: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca

Bambang menilai kondisi itu menunjukkan pemerintah tetap melakukan intervensi terhadap harga BBM nonsubsidi dan tidak membiarkan harga sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.

"Artinya apa? Sebetulnya untuk harga-harga nonsubsidi ini Pertamina juga tidak dibiarkan menjual penuh dengan harga ekonomi," jelasnya.

Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada BBM subsidi, tetapi juga terhadap BBM nonsubsidi yang banyak digunakan kalangan menengah ke atas.

Bambang juga menyinggung pelaku usaha SPBU swasta yang belum tentu bersedia menjual BBM dengan harga saat ini jika harus mengikuti harga keekonomian.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah masih berperan aktif dalam mengatur harga BBM nonsubsidi guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan pasokan energi tetap tersedia.

>>> 7 Cara Meningkatkan Nafsu Makan, Penuhi Nutrisi Tanpa Kegemukan

"Nah, jadi kita melihat terkait dengan BBM bahwa kita harus kasih apresiasi. Secara umum ketersediaan pasokan itu dapat dijamin untuk BBM," pungkas Bambang.