Presiden Donald Trump kembali menyoroti harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat. Ia menuding perusahaan minyak besar melakukan praktik pengepulan harga (price gouging) terhadap konsumen.

Trump menyatakan harga bensin tidak turun secepat penurunan harga minyak mentah.

in1

>>> Tinggi Kap Truk Baru Bisa Menumbangkan Orang di Bawah 165 cm, Setengah Populasi AS Terdampak

Meskipun harga rata-rata nasional telah turun sekitar 60 sen dalam sebulan terakhir, Trump menilai penurunan itu belum cukup.

Saat ini, harga rata-rata bensin di AS berada di angka $3,93 per galon. Angka itu turun dari $4,52 sebulan lalu dan $4,03 pekan lalu.

Namun, Trump menganggap perusahaan minyak tidak menurunkan harga secara proporsional.

Dalam pernyataannya, Trump tidak menyertakan bukti konkret.

Ia hanya mengatakan bahwa perusahaan minyak membayar minyak mentah dengan harga lebih murah, tetapi tidak menurunkan harga BBM secara sepadan.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) saat ini berada di sekitar $71 per barel.

Sebelumnya, harga sempat melonjak hingga $100 per barel selama Maret hingga Mei akibat perang dengan Iran.

Penurunan harga minyak terjadi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penghentian operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Namun, MoU tersebut baru bersifat sementara dan masih menunggu kesepakatan final dalam 60 hari.

>>> Range Rover 2027 Hadir dengan Wajah Baru dan Varian Listrik

Ketidakpastian itu membuat pasar masih fluktuatif. Meski demikian, Trump telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk menyelidiki klaim pengepulan harga tersebut.

Trump juga menegaskan, "Harga bensin seharusnya turun lebih cepat dari yang saya lihat sekarang!" Namun, situasi di lapangan tidak sesederhana itu.