Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menahan ekspor batu bara atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan batu bara ke PT PLN (Persero) terpenuhi.

in1

>>> Bailey Zimmerman Bebas dari Tuntutan Pidana Usai Rusak Kamar Hotel

Bahlil mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN sepanjang tahun ini mencapai 154 juta metrik ton.

Namun, hingga Juni 2026 baru terpenuhi 141 juta metrik ton, sehingga masih ada kekurangan 13 juta metrik ton.

Padahal, berdasarkan kewajiban pemenuhan pasar domestik (DMO), pasokan seharusnya tidak bermasalah.

Perusahaan batu bara telah berkomitmen dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menyuplai 160 juta hingga 170 juta metrik ton ke PLN.

Kecurigaan terhadap Komitmen Perusahaan

Bahlil mencurigai ada pihak yang tidak menjalankan komitmen pasokan.

"Artinya dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni, dari 154 juta kurang 141 juta, itu kan berarti tinggal 13 juta, masak batubara habis di bulan enam (Juni)?

>>> KPK Perpanjang Cegah ke Luar Negeri Tiga Pejabat Kemnaker

Ini ilmu Abu Leke apalagi gitu loh," ujarnya dalam Energy Forum CNBC Indonesia, Kamis (25/6).

Atas arahan Presiden Prabowo, pemerintah memutuskan menahan sementara ekspor batu bara.

"Karena seperti itu, maka atas arahan Bapak Presiden, kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi, sekarang kan sudah jalan normal ini sekarang, dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri," jelas Bahlil.

Selain itu, Bahlil akan membentuk tim pengadaan energi primer yang melibatkan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM dan PLN.

Tim ini akan diawasi aparat penegak hukum untuk memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan tidak menimbulkan masalah serupa setiap tahun.

>>> Trauma Berat Gempa Dahsyat Venezuela, Warga Caracas Tidur di Jalan

"Bagaimanapun, PLN ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dan karena itu menjadi kewajiban kita khususnya pemerintah dan PLN untuk menjaga dan memastikan agar masyarakat dapat dilayani dengan baik," pungkasnya.