Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan isi kepala Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap Presiden Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2029.

Menurut Rocky, Jokowi mulai menganggap Prabowo tidak akan menjadikan Gibran sebagai calon wakil presiden di 2029, sehingga ia turun gunung.

in1

>>> Rupiah Melemah, Perusahaan Asuransi Mulai Hitung Ulang Premi

Sementara Gibran merasa tidak diberi posisi yang semestinya oleh Prabowo sebagai wapres.

"Tapi sekali lagi memang Jokowi mulai menganggap ini Prabowo enggak akan dukung Gibran, karena itu saya turun sendiri.

Orang membaca itu.

Gibran juga merasa dia enggak dikasih posisi," ucap Rocky dalam kanal YouTube IDN TIMES, dikutip Kamis (25/6).

Rocky mengingatkan bahwa pemilih di 2029 adalah kalangan mahasiswa yang kini aktif berdemonstrasi menuntut penghentian pemborosan anggaran negara, evaluasi kebijakan strategis, hingga perombakan Kabinet Merah Putih.

>>> Ekspor Kerajinan RI Tembus Rp2,97 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 4,08 Persen

"Tetapi kita mesti hitung bahwa pemilih nanti 2029 adalah yang bergerak demonstrasi ini — yang tetap melihat bahwa problem Prabowo itu 90% bawaan dari Jokowi," ungkap Rocky.

Instruksi Jokowi ke PSI

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode.

Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode.

Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua?

>>> Kemlu: Banyak Investor Baru Masuk, Hengkangnya Dua Perusahaan Tak Cerminkan Iklim Investasi

ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).