Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dengan penguatan 1,96% pada penutupan perdagangan hari ini.

Indeks ditutup di level 5.999,18 setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.056,20.

in1

>>> Cara Mengenali Tanda Pasar Akan Bergerak Besar

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 5.864,00 hingga 6.056,20.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,63 triliun dengan volume perdagangan 20,91 miliar saham dan frekuensi transaksi 1,666 juta kali.

Saham Bank Jumbo Jadi Penopang

Reli IHSG ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,69% ke level 6.025 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp735 triliun, menjadikannya emiten dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga turut mendorong indeks dengan kenaikan 1,42% ke level 2.850.

Kapitalisasi pasar BBRI mencapai sekitar Rp427 triliun.

Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih bertahan di posisi kedua kapitalisasi pasar sebesar Rp488 triliun.

Disusul PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan Rp450 triliun dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sekitar Rp393 triliun.

>>> Krisis Pekerja: Jepang Rekrut WNA Jadi Sopir Bus, Termasuk dari RI

Seluruh Sektor Menguat, Infrastruktur Pimpin Kenaikan

Kenaikan IHSG terjadi seiring penguatan hampir seluruh sektor.

Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 3,81%, diikuti sektor kesehatan 3,03%, barang konsumsi nonprimer 2,50%, dan transportasi 2,34%.

Sektor industri naik 2,24%, bahan baku 2,18%, barang konsumsi primer 2,13%, properti 1,81%, keuangan 1,54%, energi 1,45%, serta teknologi 1,11%.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 562 saham ditutup menguat, 148 saham melemah, dan 249 saham stagnan.

Saham Paling Naik dan Turun

Di kelompok top gainers, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) melonjak 33,96% ke level 71.

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) naik 24,81% ke 1.635, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,38% ke 3.010.

Sementara itu, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menjadi top losers dengan penurunan masing-masing 10%.

>>> Nusuk Travel Luncurkan Inisiatif Musim dan Akomodasi Strategis

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) juga turun 10%, diikuti PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) turun 9,78%, dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) turun 9,77%.