Warga di Caracas, Venezuela, mengalami trauma berat akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 hingga 7,5 yang mengguncang kota itu dan wilayah lain pada Rabu (24/6).

Ketakutan akan gempa susulan membuat banyak warga memilih tidur di jalan raya. Mereka menggelar kasur dan matras di aspal, atau tidur di dalam kendaraan roda empat.

in1

>>> Supratman Paparkan Posbankum Desa Ala Prabowo di Forum Hukum Rusia

Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan bertingkat runtuh, pemadaman listrik, dan penutupan Bandara Internasional Simon Bolivar.

Ketidakpastian mengenai laporan gempa susulan, dampak kerusakan, dan jumlah korban jiwa membuat warga tetap waspada.

Beberapa warga sempat pulang ke rumah yang rusak, namun kembali berhamburan ke jalan saat terjadi gempa susulan.

>>> Wamen PPPA Dorong Sinergi untuk Pemberdayaan Perempuan dan Lingkungan

Kerusakan rumah dan gempa susulan yang terus terjadi mendorong banyak orang untuk tidur di luar karena belum ada tempat penampungan resmi.

Di distrik Lomas de Urdaneta, kawasan kelas pekerja di barat ibu kota, warga sepakat bermalam di tempat parkir terbuka.

Sementara di Los Palos Grandes, lokasi empat bangunan runtuh, Wali Kota Duque meminta warga tidak kembali ke rumah karena ada kerusakan yang tidak terlihat.

>>> Vinicius Junior Cetak Dua Gol dan Tantang Messi di Piala Dunia 2026

Di distrik padat penduduk 23 de Enero, warga juga menjauhi gedung-gedung apartemen besar.