Gempa bumi dahsyat tiba-tiba mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada hari Rabu, mengejutkan jutaan warga yang sedang menikmati libur Piala Dunia.

Guncangan hebat itu memicu kepanikan massal. Ribuan penduduk terpaksa bertahan di jalanan karena pemadaman listrik dan ketakutan akan gempa susulan.

in1

>>> Dosen UNY Latih Takmir Masjid di Klaten Bangun Ekosistem Solutif

Banyak warga yang terlihat hanya mengenakan piyama saat berhamburan keluar rumah. Mereka takut kembali ke dalam bangunan karena khawatir reruntuhan.

Noris Soto, seorang jurnalis lokal di Caracas, menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi. Ia sedang berada di rumah dan fokus menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia.

"Rasanya tidak seperti apa pun yang pernah saya rasakan sebelumnya," ungkap Soto kepada CNN.

Setelah gempa, jaringan listrik dan internet di seluruh kota padam total. Soto bergegas keluar dan menemukan jalanan dipenuhi tetangga yang ketakutan, banyak yang masih memakai pakaian tidur.

"Orang-orang takut untuk kembali ke bangunan mereka, ke rumah mereka, karena kami takut akan gempa susulan," kata Soto.

Kerumunan massa memilih bertahan di ruang terbuka untuk menghindari reruntuhan. Mereka saling menenangkan dan berusaha mencari kabar tentang keluarga masing-masing.

>>> Cek PIP dengan Mudah, Begini Cara Mengetahui Status Penerima Bantuan Pendidikan 2026

Bangunan Tua Jadi Bom Waktu

Di balik kepanikan, kerusakan masif akibat gempa menyisakan pertanyaan besar. Seorang insinyur struktur senior mengungkapkan bahwa banyak bangunan modern gagal bertahan karena kesalahan regulasi masa lalu.

Kenneth O'Dell, Principal di MHP Structural Engineers, menjelaskan bahwa bangunan yang hancur rata-rata dibangun sebelum awal 1970-an. Konstruksi era itu belum mengadopsi standar ketahanan gempa modern.

"Jenis bangunan yang akan menunjukkan kerusakan adalah struktur beton dari bangunan rentan yang kemungkinan dibangun dengan kode bangunan versi lama yang mereka gunakan di Venezuela," ujar O'Dell, mantan Presiden Structural Engineers Association of California.

Venezuela sebenarnya telah memperbarui regulasi konstruksi internasional setelah gempa besar terakhir pada 1967. Namun, bangunan lama yang belum direnovasi kini menjadi bom waktu.

Ketiadaan gempa besar selama hampir 60 tahun membuat kewaspadaan warga Caracas terhadap risiko gempa memudar.

>>> Maroko Bungkam Haiti 4-2 pada Laga Penutup Fase Grup Piala Dunia 2026

Kelalaian memperbarui struktur bangunan tua kini harus dibayar mahal dengan kepanikan dan kerusakan luas.