Pengecekan status penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bagi lansia dan penyandang disabilitas kini bisa dilakukan secara online.

Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor pemerintah untuk memastikan apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

in1

>>> Guru Belum S-1 Bisa Kuliah Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Melalui PKH, pemerintah memberikan dukungan kepada kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Bantuan ini disalurkan secara bertahap sepanjang tahun untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok, perawatan kesehatan, dan keperluan dasar lainnya.

Cara Cek Status PKH Lansia dan Disabilitas

Proses pengecekan cukup mudah dan hanya memerlukan data identitas penerima. Berikut langkah-langkahnya:

Buka situs resmi pengecekan bansos Kemensos. Masukkan data yang diminta, seperti NIK dan identitas penerima.

Isi kode verifikasi yang tersedia, lalu klik tombol pencarian data. Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pengecekan.

Jika terdaftar sebagai penerima, informasi bantuan dan status pencairan akan muncul pada layar.

Kriteria Penerima PKH Lansia dan Disabilitas

Program Keluarga Harapan ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi syarat sesuai data kesejahteraan sosial pemerintah. Untuk kategori lansia, penerima umumnya harus berusia 70 tahun atau lebih.

>>> Kapal PIS Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret

Sementara itu, penyandang disabilitas berat yang membutuhkan dukungan sosial juga dapat menjadi penerima.

Syarat lainnya adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi persyaratan sebagai keluarga penerima manfaat.

Besaran Bantuan PKH

Setiap kategori penerima PKH memperoleh nominal bantuan yang berbeda. Untuk lansia dan penyandang disabilitas berat, bantuan yang diberikan mencapai Rp2,4 juta per tahun.

Bantuan tersebut biasanya disalurkan secara bertahap dalam beberapa periode pencairan.

Kategori lain seperti ibu hamil/menyusui dan anak usia dini mendapat Rp3 juta per tahun, sementara siswa SD, SMP, dan SMA masing-masing Rp900 ribu, Rp1,5 juta, dan Rp2 juta per tahun.

Pentingnya Rutin Mengecek Status Bantuan

Data penerima bantuan sosial dapat berubah karena adanya proses verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala.

Oleh karena itu, pengecekan rutin sangat dianjurkan agar penerima mengetahui status terbaru dan tidak terlambat memperoleh informasi pencairan.

>>> Trump Kecewa Sekutu NATO Tak Bantu AS Lawan Iran

Dengan rutin memeriksa status bantuan, masyarakat dapat memastikan bantuan sosial tetap diterima sesuai ketentuan yang berlaku.