Ibu menyusui sering khawatir tentang konsumsi kopi. Kekhawatiran utama adalah kafein yang masuk ke ASI dan memengaruhi bayi.

Namun, kabar baiknya, ibu menyusui tetap boleh minum kopi. Asalkan jumlahnya tidak berlebihan.

in1

>>> Tumpahan Batu Bara Cemari Pantai Pangandaran, Habitat Penyu Terancam

Batas Aman Kafein untuk Ibu Menyusui

Menurut CDC, ibu menyusui disarankan membatasi asupan kafein hingga 300 mg per hari. Jumlah itu setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi.

Konsumsi kafein berlebihan, misalnya lebih dari 10 cangkir kopi sehari, dapat membuat bayi rewel, gelisah, dan sulit tidur.

Dr. Thomas Hale dalam buku Medications and Mothers' Milk menyebut kafein termasuk zat berisiko rendah. Hanya sekitar 1 persen kafein yang dikonsumsi ibu masuk ke dalam ASI.

Sebuah studi tahun 2012 pada 885 bayi di Brasil juga tidak menemukan pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur bayi usia 3 bulan.

Bagaimana Kafein Masuk ke ASI?

Healthline menjelaskan bahwa sekitar 1 persen kafein dari ibu masuk ke ASI. Penelitian pada 15 ibu menyusui menunjukkan angka 0,06-1,5 persen.

>>> Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran 'John Lennon 07' Saat Terima Suap

Kafein diserap usus, masuk ke aliran darah, lalu diproses hati.

Pada orang dewasa, kafein bertahan 3-7 jam, tetapi pada bayi bisa 65-130 jam karena fungsi hati dan ginjal belum sempurna.

Kadar kafein dalam ASI mencapai puncak 1-2 jam setelah ibu minum kopi. Ibu bisa memantau respons bayi pada waktu tersebut.

Sumber Kafein Selain Kopi

Selain kopi, ibu menyusui perlu waspada terhadap sumber kafein lain.

Beberapa di antaranya adalah minuman energi, matcha, teh hijau, teh hitam, teh putih, minuman bersoda, serta makanan atau minuman berbahan cokelat.

>>> Kubu Richard Lee Soroti Kelemahan Dakwaan JPU dalam Eksepsi 24 Halaman

Kesimpulannya, ibu menyusui boleh minum kopi. Pastikan konsumsi kafein tetap dalam batas aman agar tidak mengganggu bayi.