Sejumlah area pantai di kawasan Pangandaran tercemar material tumpahan batu bara. Habitat penyu yang ada di sana pun ikut terancam.

Pencemaran salah satunya terjadi di Pantai Sukaresik, Pangandaran yang menghitam gara-gara bocornya kapal tongkang pengangkut batu bara. Air laut hingga area pesisir pantai menghitam.

in1

>>> Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran 'John Lennon 07' Saat Terima Suap

Tak cuma mencemari pantai, tumpahan batu bara juga mengancam area pusat konservasi penyu di Pantai Batuhiu, Pangandaran.

Pegiat Konservasi Penyu Batuhiu, Ai Giwang Sari menilai, pihak perusahaan lamban dalam melakukan tindakan pembersihan tumpahan batu bara.

Lokasi kejadian sendiri berada di zona konservasi yang dilindungi oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Salah satunya merupakan titik pendaratan utama bagi penyu untuk bertelur.

Lebih parah lagi, siklus bertelur penyu terjadi pada akhir bulan ini. Pendaratan induk penyu telah berlangsung sejak Mei lalu hingga Desember mendatang.

"Namun, akibat material batu bara yang terjadi sekarang, saya menduga mereka [penyu] gagal mendarat di sini, bahkan berpotensi mati," ujar Giwang, Selasa (23/6), mengutip detikJabar.

Tumpahan material batu bara, lanjut Giwang, mengandung senyawa asam serta logam berat seperti merkuri yang dikhawatirkan telah merembes dan diserap oleh pasir pantai akibat sapuan ombak.

Kondisi ini mengancam keberadaan telur penyu yang sudah tertimbun di dalam pasir.

>>> Kubu Richard Lee Soroti Kelemahan Dakwaan JPU dalam Eksepsi 24 Halaman

"Efek buruknya, telur-telur penyu yang berada di sepanjang pesisir dipastikan akan gagal menetas menjadi tukik," ujar dia.

Selain merusak area pendaratan penyu, sebaran limbah juga mengancam area tempat penyu mencari makan dan merusak ekosistem terumbu karang di kawasan Batu Hiu.