BMKG Catat Gempa Beruntun Guncang Sukabumi dan Pangandaran
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua gempa tektonik mengguncang Jawa Barat dalam sepekan terakhir.
Gempa pertama terjadi di Kabupaten Sukabumi dengan magnitudo 4,7 pada Minggu (17/5/2026) malam.
>>> Sesar Naik Flores Picu Gempa Magnitudo 5,2 di Wilayah Bima
Gempa kedua melanda Kabupaten Pangandaran dengan magnitudo 4,6 pada Kamis (21/5/2026) dini hari.
Gempa Pangandaran Dini Hari
Gempa Pangandaran terjadi pukul 04.04 WIB dengan pusat di laut pada kedalaman 13 kilometer. Pusat gempa berjarak sekitar 58 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.
BMKG menginformasikan melalui akun X resmi: "Gempa Mag:4.6, 21-May-2026 04:04:57WIB."
Pihak BMKG menyatakan data awal masih mengutamakan kecepatan sehingga hasilnya belum stabil dan bisa berubah.
Gempa Sukabumi Akibat Sesar Aktif
Sebelumnya, gempa dangkal mengguncang Sukabumi pada pukul 22.15 WIB dengan kedalaman 28 kilometer. Pusat gempa berada di laut, 63 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi.
Hartanto, Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, menjelaskan gempa tersebut termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut.
>>> Sesar Busur Flores Picu Gempa Magnitudo 4,9 di Bima NTB
Getaran dirasakan di Palabuhanratu, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur dengan skala intensitas II hingga III MMI.
Hingga pukul 22.42 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan.
BPBD Cianjur Siagakan Relawan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan tidak ada kerusakan bangunan akibat gempa Sukabumi. Namun, kepanikan sempat melanda warga di Gekbrong, Warungkondang, Cilaku, Cianjur, dan Cugenang.
Asep Sudrajat, Sekretaris BPBD Cianjur, mengatakan warga sempat panik dan keluar rumah selama beberapa puluh menit.
Keluarga pasien di puskesmas dan rumah sakit juga sempat berlarian keluar ruangan sebelum situasi kondusif.
BPBD menyiagakan 360 relawan untuk pengawasan, pelaporan, dan mitigasi bencana, termasuk menjelang pergantian musim.
Selain itu, BPBD bersama pemerintah daerah mulai mengantisipasi dampak kekeringan dengan membangun pipanisasi dan embung air, serta menyiapkan truk tangki air bersih.
Update Terbaru
Empat Negara Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 12:28 WIB
Neymar Pamit dari Timnas Brasil Usai Selecao Tersingkir di Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 12:28 WIB
Inggris Kalahkan Meksiko 3-2, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 12:26 WIB
Cool Intelligence 2026 Jadi Momentum Percepatan Industri HVACR Cerdas dan Berkelanjutan
Senin / 06-07-2026, 12:25 WIB
Alumni FK Universitas YARSI Angkatan 1999 Gelar Khitanan Massal Gratis di Bekasi
Senin / 06-07-2026, 12:25 WIB
Kapolri Lantik Enam Kapolda Baru, Pimpinan Polda Aceh hingga Papua Barat Daya Berganti
Senin / 06-07-2026, 12:20 WIB
Sering Cekcok Sebelum Pembunuhan, Pacar Gadis di Lumajang Jadi Tersangka
Senin / 06-07-2026, 12:18 WIB
50+ Nama ML Aesthetic Singkat untuk Semua Role, dari Mage sampai Tank
Senin / 06-07-2026, 11:58 WIB
MA Akan Usulkan Pencopotan Hakim Djuyamto Cs ke Presiden Setelah Inkrah
Senin / 06-07-2026, 11:56 WIB
Kartu Merah Quansah, Kane Bawa Inggris Ungguli Meksiko 3-1
Senin / 06-07-2026, 11:56 WIB
Kolombia Kalahkan Ghana, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 11:53 WIB
Logo Bunga Mirip Louis Vuitton, Molly Tea Didenda Rp27 Miliar
Senin / 06-07-2026, 11:53 WIB
Pertamina Rampungkan Penataan 31 Entitas hingga Juni 2026
Senin / 06-07-2026, 11:53 WIB
Victor Guzman Resmi Gabung Toluca, Siap Hadapi Chivas di Laga Pembuka
Senin / 06-07-2026, 11:50 WIB







