Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 884 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelantikan berlangsung di Balai Kota pada Rabu, 20 Mei 2026 sore.

Pejabat yang dilantik mencakup administrator, pengawas, ketua kelompok, hingga kepala puskesmas. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola birokrasi dan mengoptimalkan pelayanan publik.

>>> Pramono Anung Lantik 884 Pejabat Pemprov DKI Jakarta, Tekankan Pelayanan dan Atasi Sampah

Pramono menyatakan pelantikan sengaja digelar pada hari Rabu yang bertepatan dengan hari wajib transportasi umum bagi pegawai.

Para pejabat baru diminta mengenakan pakaian adat Betawi seperti ujung serong dan encim.

"Memang nanti sore seperti biasa hari Rabu. Bukan hanya Eselon II, tapi lebih banyak Eselon III dan Eselon IV.

(Jumlahnya) 891," ujar Pramono sebelum prosesi pelantikan.

Jumlah yang dilantik tercatat 884 orang, meskipun rencana awal disebutkan 891 orang. Pelantikan ini mengisi posisi eselon II, III, dan IV secara definitif.

Hapus Jabatan Plt

Pramono menegaskan kebijakan ini bertujuan mengeliminasi pejabat Pelaksana Tugas (Plt) yang terlalu lama memimpin. Keberadaan pejabat definitif dinilai krusial agar proses pengambilan keputusan berjalan cepat.

"Jadi saya memang berkeinginan semua jabatan itu jangan sampai ada idle dan ada kosong.

>>> Masyarakat Cari Tahu Weton Pernikahan Lewat Kalender Jawa Online Hari Ini 21 Mei 2026

Karena organisasi itu tercermin bagaimana berjalan dengan baik, sudah tidak ada lagi Plt," ucap Pramono.

Ia berkomitmen langsung menunjuk pejabat tetap begitu ada posisi lowong. "Hampir selama kepemimpinan saya tidak ada PLT lagi, semua begitu ada kekosongan jabatan itu langsung diisi," tegasnya.

Sistem Merit

Pramono menjamin seluruh proses mutasi, promosi, dan penempatan ASN berjalan objektif. Pengisian jabatan didasarkan pada sistem merit yang menilai rekam jejak, kapasitas, serta integritas individu.

"Dalam era yang saya pimpin, karena saya lama bertugas sebagai sekretaris tim penilai akhir, sistem merit betul-betul saya jalankan," kata Pramono.

Ia mengingatkan para pejabat baru tentang esensi tanggung jawab jabatan.

"Amanah yang Bapak-Ibu emban bukan sekadar penugasan jabatan melainkan kepercayaan untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Jakarta," ujarnya.

Pramono juga mendorong lahirnya inovasi dan penguatan tata kelola yang adaptif, kolaboratif, serta transparan. "Lahirkanlah inovasi, bangun budaya kerja, etos kerja yang sehat dan kondusif.

>>> Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Simeulue Aceh Akibat Subduksi Lempeng

Berikan pelayanan publik yang cepat, nyaman dan dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat yang ada di Jakarta," paparnya.