Masalah fisik saat menyusui seperti puting sakit, lecet, hingga berdarah sering dianggap normal, padahal bisa menjadi tanda adanya ketidaktepatan posisi atau pelekatan bayi.

Faktor pemicu utama adalah posisi menyusui yang kurang tepat.

in1

>>> Gelombang Panas Mengubah Cara Otak Memperbaiki Diri Setiap Malam

Selain itu, infeksi jamur, kesalahan penggunaan pompa ASI, ukuran corong yang tidak sesuai, kulit kering, atau eksim juga bisa menjadi penyebab.

Ibu disarankan segera berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi jika muncul tanda infeksi seperti demam atau nyeri hebat.

Payudara Bengkak dan Saluran ASI Tersumbat

Payudara yang terasa keras, penuh, bengkak, dan nyeri sering terjadi pada awal masa menyusui karena produksi ASI sedang menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Pembengkakan ringan biasanya mereda dalam 24 hingga 48 jam. Namun, jika nyeri hebat atau disertai demam, perlu penanganan lebih lanjut.

Untuk mengurangi pembengkakan, ibu dapat memerah ASI secukupnya, menyusui secara teratur, memijat payudara dengan lembut, dan menggunakan kompres dingin.

>>> Singkawang Bagikan 7.000 Bakcang Gratis Meriahkan Festival Budaya

Saluran ASI tersumbat sering menyertai pembengkakan dengan gejala benjolan keras, nyeri, area hangat, dan kemerahan akibat ASI tidak keluar optimal.

Pemulihan saluran tersumbat dapat dibantu dengan tetap menyusui, pijatan lembut, istirahat cukup, dan menjaga asupan cairan.

Jika tidak membaik dalam satu atau dua hari, kondisi ini bisa berkembang menjadi mastitis.

Mastitis dan Penanganannya

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang dapat disertai infeksi. Gejalanya meliputi payudara memerah, bengkak, terasa hangat, serta gejala mirip flu.

>>> Piala Dunia 2026: Jepang Hajar Tunisia 4-0, Tim Afrika Utara Pulang

Penanganan mastitis mungkin memerlukan antibiotik jika terjadi infeksi. Meski demikian, menyusui tetap sangat dianjurkan untuk membantu proses penyembuhan.