Kesulitan menyusui pada bayi baru lahir sering dikaitkan dengan berbagai faktor fisik. Salah satu kondisi yang kerap dituding sebagai penyebab adalah lip tie atau keterikatan bibir.

Namun, studi terbaru menemukan bahwa lip tie pada bayi baru lahir sebenarnya tidak mengganggu proses menyusui. Para ahli menilai kekhawatiran orang tua mengenai hal ini cenderung berlebihan.

>>> Biaya Mudik Jakarta-Yogyakarta Pakai Wuling Cortez Darion EV

Konsultan Laktasi Kate Shand mengungkapkan bahwa mayoritas ibu sering menanyakan tampilan lip tie pada anak mereka.

Padahal, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan kondisi tersebut akan mengganggu keberhasilan menyusui.

Lip tie adalah istilah untuk menggambarkan jaringan ikat berbentuk segitiga yang kencang atau ekstra pendek, yang disebut frenulum labial.

Jaringan ini berfungsi menempelkan bibir atas bayi ke area gusi.

Pada dasarnya, seluruh bayi terlahir dengan jaringan ini di dalam mulut mereka.

Ukuran jaringan tersebut akan menyusut seiring pertumbuhan anak dan mengoreksi dirinya sendiri saat gigi taring mulai tumbuh.

Banyak anggapan menyebut lip tie mencegah bayi memposisikan bibir atas secara optimal untuk melekat pada payudara. Meski begitu, spesialis kedokteran menyusui Jenny Thomas, M.

D. , menegaskan pandangan yang berbeda.

"Bahkan anak-anak dengan kondisi bibir sumbing dapat menyusui jika kita dapat membuat segel pada payudara," kata Dr. Thomas.

Selain frenulum labial, mulut bayi memiliki enam frenula lain yang memberikan stabilitas pada bibir dan lidah.

Salah satunya adalah frenulum di bawah lidah yang jika terlalu kencang memicu kondisi ankyloglossia atau tongue tie.

Frenulum labial terbentuk sejak bayi berada di dalam kandungan.

Faktor genetik diduga kuat menjadi penyebab mengapa beberapa bayi terlahir dengan kondisi jaringan yang lebih tebal atau kencang.