Aktris Korea Selatan Ko So-young membagikan pengalamannya memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan kepada kedua anaknya.

Menurutnya, menyusui bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan memberikan rasa aman pada bayi.

>>> Mirae Asset Luncurkan Trading Booster untuk Stimulasi Pasar Saham

"Saya menyusui secara eksklusif selama tujuh bulan. Setelah memutuskan untuk menyusui secara eksklusif, rasanya salah jika hanya memberi susu formula," ujar Ko So-young.

Meski memiliki jadwal syuting padat, ia tetap berkomitmen memberikan ASI. Saat bekerja di luar negeri, ia memompa dan membekukan ASI untuk persediaan lima hari.

Ia juga menyusui anak pertamanya selama tujuh bulan, sehingga merasa tidak adil jika tidak melakukan hal yang sama untuk anak kedua.

Ko So-young memandang aktivitas menyusui sebagai bentuk cinta dan hadiah terbaik yang bisa diberikan kepada anaknya.

Manfaat ASI Eksklusif

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Setelah itu, ASI tetap dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun atau lebih, bersamaan dengan pengenalan MPASI.

>>> BRIN: Riset Lanjutan Sumber Gempa di Jawa Sangat Diperlukan

ASI mengandung antibodi alami yang memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, melindungi dari infeksi seperti influenza, diare, dan infeksi saluran pernapasan.

Nutrisi esensial seperti DHA dan asam lemak esensial dalam ASI mendukung perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak.

Pemberian ASI eksklusif juga menurunkan risiko infeksi telinga, diare, dan infeksi saluran pernapasan.

Komposisi gizi ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi, membantu pertumbuhan berat dan tinggi badan yang proporsional.

ASI juga dapat menekan potensi alergi dan gangguan pencernaan di masa mendatang.

Kontak kulit saat menyusui mempererat ikatan batin ibu dan anak, memberikan rasa nyaman dan aman.

>>> EA Sports Bagikan Kode Redeem FC Mobile Juni 2026, Klaim 2.000 Gems Gratis

Dalam jangka panjang, ASI eksklusif berkorelasi dengan penurunan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 saat dewasa.