Pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, harus puas menjadi runner-up di Macau Open 2026.

Mereka kalah dari pasangan Korea Selatan, Yong Jin dan Jongmin Lee, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, dan 10-21.

in1

>>> Soyjoy Nutrition Award 2026 Apresiasi Ratusan Program Inovasi Ahli Gizi

Ini merupakan pertama kalinya Faathir/Devin menembus final turnamen level BWF Super 300.

Meski gagal meraih gelar, mereka mengaku bangga dan mendapatkan banyak pelajaran berharga.

Evaluasi Mental dan Fokus

Faathir mengakui bahwa lawan lebih percaya diri dan kuat dalam pertahanan setelah berhasil mengejar ketertinggalan di gim kedua.

>>> Psikolog Ungkap 10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional

"Banyak pelajaran mahal yang saya dapat. Ke depannya, evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering kehilangan momentum saat sudah unggul," ujarnya.

Devin menambahkan bahwa kendala utama adalah hilang fokus dan kurang tenang saat poin terkejar.

"Lawan lebih kuat dan tahan di lapangan, serta lebih tenang saat tertinggal maupun unggul," jelas Devin.

>>> Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Asah Kemampuan Pembalap Muda

Meskipun kalah, pencapaian ini menjadi modal berharga bagi karier Faathir/Devin ke depan.