Kematangan emosional tidak otomatis datang seiring bertambahnya usia. Banyak individu dewasa yang masih mudah marah, anti kritik, atau bertindak ceroboh saat tertekan.

Psikolog Susan Heitler, Ph. D.

in1

>>> Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Asah Kemampuan Pembalap Muda

, melalui Psychology Today, mengidentifikasi sepuluh tanda seseorang belum matang secara emosional.

Sepuluh Tanda Kematangan Emosional yang Kurang

Tanda pertama adalah emosi yang mudah meledak. Individu yang kurang matang sering mengalami ledakan emosi berlebihan, mirip anak kecil saat keinginannya tidak terpenuhi.

Kedua, kebiasaan menyalahkan orang lain saat menghadapi masalah. Orang dewasa yang matang lebih fokus mencari solusi daripada mencari kambing hitam.

Ketiga, kesulitan berkata jujur dalam situasi tidak nyaman. Berbohong demi menghindari konsekuensi adalah perilaku kekanak-kanakan.

Keempat, gemar menghina atau menyerang pribadi lawan bicara saat berselisih. Individu tidak matang cenderung menjatuhkan karakter, bukan membahas masalah.

Kelima, tindakan impulsif. Kontrol emosi rendah menyebabkan bicara kasar, menyela, atau mengambil keputusan tergesa-gesa tanpa memikirkan dampak.

>>> Menulis dari Dikte Bisa Deteksi Demensia, Menyalin Teks Tidak

Keenam, keinginan konstan menjadi pusat perhatian. Orang matang mampu berbagi perhatian dan menghargai kehadiran orang lain.

Ketujuh, ego tinggi yang tercermin dari kebiasaan memaksakan kehendak. Perilaku merundung agar keinginan dituruti berasal dari pola pikir belum matang.

Kedelapan, sikap narsistik berlebihan. Narsisme membuat seseorang merasa aturan tidak berlaku dan hanya fokus pada kebutuhan sendiri.

Kesembilan, penggunaan mekanisme pertahanan diri yang tidak sehat, seperti menyangkal fakta, menolak kesalahan, atau menyerang balik.

Kesepuluh, kesulitan mengakui kesalahan sendiri. Kemampuan evaluasi diri menjadi indikator utama kematangan emosional.

>>> Meski Telah Lolos, Nagelsmann Berambisi Sapu Bersih Kemenangan

Individu yang matang menyadari kesalahan dan belajar darinya, sementara yang belum matang sibuk membenarkan perilaku.