Amnesty International Desak Pelatihan Militer untuk Manajer Kopdes Merah Putih Dihentikan
Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah untuk menghentikan pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Desakan ini muncul setelah dua peserta program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) meninggal dunia.
>>> Kejagung Tolak Justice Collaborator Sony Sanjaya, Ini Alasannya
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai kasus tersebut perlu diusut secara terbuka untuk memastikan penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
"Ada banyak kejanggalan.
Keluarga korban dan publik memiliki hak untuk mengetahui penyebab kematian dan mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab," ujar Usman dalam keterangannya.
Menurut Amnesty International, keterbukaan informasi terkait peristiwa tersebut menjadi penting mengingat pengumuman resmi dari Kemhan baru disampaikan beberapa hari setelah kedua korban dimakamkan.
Berdasarkan informasi Kemhan, kedua peserta meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di satuan pendidikan TNI yang dimulai pada 17 Juni 2026.
Peserta berinisial AM mengikuti pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. AM dilaporkan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni dan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.
Sementara itu, peserta berinisial YMT menjalani pelatihan di Satdik Puslatpur Kodikladat Baturaja. YMT mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni dan dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.
Kemhan sebelumnya menyatakan kedua peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebelum mengikuti program pelatihan.
>>> Penjualan SCG Indonesia Tumbuh 16% di Kuartal I 2026, Capai Rp5,05 Triliun
Relevansi Pelatihan Militer Dipertanyakan
Amnesty International juga mempertanyakan relevansi pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola koperasi dan kampung nelayan.
Menurut Usman, pengelolaan koperasi lebih membutuhkan kemampuan manajerial, pengembangan usaha, dan komunikasi masyarakat dibandingkan pelatihan fisik bergaya militer.
Update Terbaru
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
Kamis / 25-06-2026, 21:07 WIB
Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil di Tengah Konflik
Kamis / 25-06-2026, 21:07 WIB
Cara Mudah Cek Jadwal Pencairan Bansos Beras dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026
Kamis / 25-06-2026, 21:05 WIB
Cek Bansos PBI JK Online, Begini Cara Mengetahui Status Kepesertaan Tahun 2026
Kamis / 25-06-2026, 21:00 WIB
Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, 164 Tewas dan Hampir 1.000 Luka
Kamis / 25-06-2026, 20:56 WIB
Pilot Air Canada Alami Darurat Medis di Udara, Penumpang Bantu Kendalikan
Kamis / 25-06-2026, 20:56 WIB
Jadwal Rilis Eleceed Chapter 408 dan Spoiler Terbaru
Kamis / 25-06-2026, 20:55 WIB
So Ji-sub Kembali dengan Aksi Brutal di 'Agent Kim Reactivated'
Kamis / 25-06-2026, 20:55 WIB
Prediksi Curacao vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 20:55 WIB
Lampu Kabin Hyundai Mampu Bunuh 99,9% Bakteri Pneumonia dalam 30 Detik
Kamis / 25-06-2026, 20:50 WIB
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran dalam Program Sekolah Rakyat
Kamis / 25-06-2026, 20:50 WIB
BAIC Siap Luncurkan Mobil Listrik Arcfox T1 di Indonesia
Kamis / 25-06-2026, 20:50 WIB
Bukan Sekadar Mainan, Ini 9 Manfaat Lego untuk Anak
Kamis / 25-06-2026, 20:50 WIB
Ketum TP Posyandu: Posyandu Kini Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa
Kamis / 25-06-2026, 20:50 WIB






