Lego telah lama dikenal sebagai permainan balok susun yang digemari anak-anak. Namun, di balik kepingan warna-warni tersebut, tersimpan berbagai manfaat penting bagi tumbuh kembang anak.

Sejumlah penelitian dan praktik terapi modern menunjukkan bahwa Lego dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik, melatih konsentrasi, hingga mendukung kesehatan mental anak.

in1

>>> Ketum TP Posyandu: Posyandu Kini Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Permainan konstruksi ini telah digunakan selama puluhan tahun sebagai media belajar yang menyenangkan. Anak-anak dapat menyusun berbagai bentuk sesuai petunjuk maupun imajinasi mereka sendiri.

Aktivitas sederhana tersebut melibatkan banyak fungsi otak sekaligus, mulai dari kemampuan berpikir logis, koordinasi tangan dan mata, hingga kreativitas.

Berikut sembilan manfaat Lego yang dapat mendukung perkembangan anak sejak usia dini.

1. Membantu Mengurangi Kecemasan

Dalam Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, Lego banyak digunakan sebagai alat bantu terapi di fasilitas kesehatan anak.

Contohnya, penggunaan model Lego berbentuk alat pemindai medis untuk membantu anak memahami prosedur pemeriksaan rumah sakit. Pendekatan ini terbukti mengurangi rasa takut dan kecemasan sebelum tindakan medis.

2. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Menyusun Lego membutuhkan perhatian terhadap detail. Anak harus mencocokkan bentuk, warna, ukuran, serta posisi setiap kepingan.

Melansir Children Wellness Centre, proses tersebut melatih kemampuan fokus dalam jangka waktu lebih lama. Kebiasaan ini bermanfaat di era digital ketika anak mudah terdistraksi.

3. Membantu Anak dengan ADHD

Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering kesulitan mempertahankan perhatian. Permainan Lego memberikan target jelas dan langkah sederhana yang mudah diikuti.

Setiap keberhasilan menyelesaikan bagian tertentu juga meningkatkan rasa percaya diri anak. Aktivitas ini membantu menyalurkan energi secara positif dan terarah.