Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa militer negaranya kembali mencegat kapal tanker Rusia, Deliver, di perairan Sisilia pada Kamis (25/6).

Macron membagikan aksi anggota militer yang turun dari helikopter dan menggerebek kapal tersebut di media sosial. Ia menyebut insiden itu terjadi pada Selasa.

in1

>>> 7 Tanda Kamu Berjuang Sendiri dalam Hubungan, Waspadai Sejak Dini

"Angkatan Laut Prancis menaiki kapal tanker minyak Deliver pada hari Selasa saat kapal tersebut melintas di lepas pantai Sisilia, melanggar hukum maritim," tulis Macron di X.

Macron menegaskan bahwa tindakan terhadap "armada bayangan" ini menunjukkan tekad kuat Eropa. Sebelumnya, Inggris juga melakukan langkah serupa.

"Kami tidak akan membiarkan armada bayangan menghindari sanksi dan membiayai upaya perang Rusia," ucap Macron.

"Eropa akan melakukan semua upaya yang diperlukan untuk meningkatkan biaya perang bagi Rusia dan memungkinkan terwujudnya perdamaian yang kuat dan abadi di Ukraina," imbuhnya.

>>> Jadwal Siaran Langsung Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026

Dalam beberapa waktu terakhir, Prancis telah mencegat setidaknya lima kapal tanker yang dianggap sebagai armada bayangan Rusia.

Armada itu terdiri dari kapal-kapal tua yang digunakan Moskow untuk mengangkut minyak dan gas serta menghindari sanksi Barat.

Pada Mei lalu, Prancis mencegat kapal tanker Tagor di perairan internasional Samudra Atlantik, sekitar 740 km dari Inggris.

Kemudian pada Maret, mereka mencegat kapal Deina di Laut Mediterania.

>>> Eks Sekjen MPR Ma'ruf Buka Suara Usai Diperiksa sebagai Tersangka KPK

Awal tahun ini, Prancis juga mencegat kapal tanker The Gring di lepas pantai Almeria, Spanyol.