Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim Rusia menjamin pasokan minyak, gas, dan diesel bagi negaranya selama 20 tahun ke depan.

Jaminan itu diberikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia.

in1

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Enam Gol Tercipta, Maroko Hajar Haiti

Anwar mengatakan kepastian pasokan energi tersebut menjadi salah satu hasil penting dari kunjungannya ke Rusia dan Turkmenistan pada pertengahan Juni lalu.

"Presiden Putin memberikan jaminan melalui pengaturan jangka panjang bahwa pasokan minyak, gas, dan diesel Malaysia akan tetap aman setidaknya selama 20 tahun ke depan.

Hal ini dimungkinkan melalui persahabatan antara negara kita," kata Anwar dikutip dari Channel News Asia.

Anwar bersama para pemimpin negara Asia Tenggara sebelumnya menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia pada 17-18 Juni di Kazan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menggelar pertemuan bilateral dengan Putin untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk ketahanan energi, kerja sama pasokan minyak, teknologi baru, dan sejumlah isu ekonomi lainnya.

Latar Belakang Ketahanan Energi

Komitmen Rusia tersebut datang di tengah meningkatnya perhatian negara-negara Asia Tenggara terhadap pasokan energi dari Moskow.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang sempat mengganggu pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz, sejumlah negara di kawasan mulai mencari alternatif sumber energi.

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Neymar Main, Vinicius Bawa Brasil Menang Telak

Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar termasuk negara yang menunjukkan minat untuk meningkatkan pembelian minyak dan gas Rusia guna mengatasi potensi kekurangan pasokan energi.