Rusia mempertimbangkan melarang ekspor solar (diesel) untuk mengatasi krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin parah akibat serangan drone Ukraina ke sejumlah kilang.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pemerintah telah mengkaji sejumlah langkah untuk menjaga pasokan energi di dalam negeri, termasuk pelarangan ekspor solar dan perubahan regulasi perpajakan bagi industri energi.

in1

>>> 7 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Kolombia Terbaru

"Kami menggunakan cadangan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dan juga mendorong peningkatan pasokan tambahan ke pasar domestik.

Amandemen regulasi perpajakan yang relevan telah disiapkan bersama pemerintah," ujar Novak dalam rapat pemerintah yang disiarkan televisi, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6).

Langkah tersebut dibahas setelah berbagai wilayah Rusia melaporkan pembatasan penjualan bahan bakar, kenaikan harga produk minyak, serta antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.

Selain mempertimbangkan larangan ekspor solar, pemerintah Rusia juga disebut membuka opsi impor BBM untuk menutup kekurangan pasokan di dalam negeri.

Harian bisnis Vedomosti melaporkan opsi impor dibahas dalam rapat yang dipimpin Novak pada Senin (22/6).

Krisis pasokan BBM dipicu gangguan produksi di sejumlah kilang minyak Rusia akibat serangan berulang Ukraina terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya secara terbuka menanggapi serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil dan energi Rusia, termasuk kilang minyak di Moskow.

Putin menilai serangan tersebut bertujuan mengganggu stabilitas sosial dan meminta pemerintah mengambil langkah tambahan guna mengurangi dampaknya.

Rusia selama ini merupakan salah satu eksportir utama produk minyak dunia. Namun, serangan terhadap kilang memaksa Moskow lebih dulu melarang ekspor bensin dan avtur untuk menjaga kebutuhan domestik.