Samsung mengumumkan kemitraan dengan Alcedis, organisasi riset klinis digital, untuk mempercepat penelitian medis dan pengembangan obat menggunakan data dari Galaxy Watch.

Data dari jam tangan pintar ini akan dijadikan bukti yang bermakna untuk uji klinis di bidang medis dan farmasi.

in1

>>> Bali Kehilangan Status Pulau Terindah Asia-Pasifik, Ini Penggantinya

Jam tangan pintar dikenakan sepanjang hari dan malam, sehingga dapat mengumpulkan lebih banyak data dibandingkan kunjungan rumah sakit setiap beberapa bulan.

Namun, mengumpulkan data mentah, mengaturnya, dan menganalisisnya untuk bukti medis yang dapat digunakan merupakan tantangan bagi perusahaan riset klinis.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, Samsung dan Alcedis bekerja sama.

Kolaborasi Samsung dan Alcedis

Samsung akan menyediakan perangkat keras jam tangan pintar canggih, data dari sensor biometrik, dan infrastruktur teknis backend kepada Alcedis.

>>> Mistral OCR 4 Hadir dengan Ekstraksi Dokumen Terstruktur dan Dukungan 170 Bahasa

Alcedis akan memastikan data mematuhi standar penelitian medis yang ketat, menangani keterlibatan pasien, dan mengelola studi klinis.

Data dari Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), Electrodermal Activity (EDA), serta pelacakan tingkat medis untuk sleep apnea dan atrial fibrillation (AFib) dari Galaxy Watch juga akan digunakan untuk penelitian.

Para peneliti dapat menyiapkan studi lebih cepat dan mengumpulkan data berkualitas lebih tinggi dari jarak jauh.

>>> Sensor LYTIA 610 Sony Tingkatkan Ketajaman Kamera Telefoto

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pengembangan obat baru dan inovasi perawatan kesehatan, serta membuat riset medis dan uji klinis lebih murah dan cepat.