Media sosial, khususnya platform X, ramai membahas dugaan suap terhadap mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026).

Publik sempat heboh dengan isu suap yang disebut mencapai Rp300 juta.

in1

>>> Profil Chika Yenalovy Calon Istri Rizky Irmansyah yang Ikut Serahkan Undangan Pernikahan kepada Jokowi saat Kunjungan ke Solo: Umur, Agama dan IG

Namun, dalam sidang terbuka di kampus, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin (Abdi) mengaku menerima uang Rp20 juta.

Ia menyebut uang itu diberikan oleh oknum aparat kepolisian, bukan langsung dari Gibran, dengan tujuan agar mahasiswa memindahkan titik aksi dari Istana Negara ke DPR RI.

Dana tersebut kemudian dibagi ke sejumlah pengurus dan senior mahasiswa.

Netizen dengan akun @anakodok**** mengklarifikasi isu ini agar tidak menimbulkan spekulasi. "Mas gibran harusnya klarifikasi, kalau perlu share apa aja pembicaraan mereka kemarin.

Mosok gakk ada rekamannya sih #uhuk," ucapnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

PSI: Tuduhan Itu Keliru

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menilai Gibran tidak perlu klarifikasi karena tuduhan itu jelas keliru.

"Apa yang mau diklarifikasi? Sudah ratusan anak muda/mahasiswa/i bertemu Mas Wapres, mana ada yang pernah dikasi duit.

Keterangan mahasiswa ybs kemarin, dikasih duitnya sama oknum itu sebelum aksi bukan sesudah aksi! ," ungkap Dian Sandi di akun X pribadinya.

Sebelumnya, Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyatakan bahwa kampus telah menonaktifkan Abdimaludin setelah ia mengakui menerima uang Rp20 juta.

>>> NO SENSOR! Video Viral Gek Diah Bali 2 Menit 41 Detik di DOOD: Kini jadi Buruan Natizen