Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP angkat suara terkait dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam aksi unjuk rasa pada 15 Juni lalu.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevry Sitorus mengatakan isu tersebut justru membantah tuduhan bahwa PDIP menunggangi aksi mahasiswa.

in1

>>> Menteri Israel Sebut AS Naif jika Percaya Iran Bakal Manut soal Nuklir

"Kalau melihat kasus UBK itu kan terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres gitu kan.

Nggak tahu itu arahan dia atau inisiatif anak buahnya," kata Deddy saat dihubungi, Selasa (23/6).

Meski demikian, Deddy enggan berspekulasi apakah pemberian uang tersebut atas instruksi Wapres atau inisiatif anak buahnya. Namun, ia mengaku janggal jika itu inisiatif anak buah.

Oleh karena itu, ia lebih meyakini pemberian itu merupakan instruksi dari atas. Anggota Komisi II DPR itu sekaligus mengingatkan semua pihak agar tidak mudah melayangkan tuduhan.

"Nah, orkestrasi murahan kayak begini kan nggak mungkin dari bawah gitu, tapi dari atas. Nah, saya kira ini pelajaran buat kita semua agar jangan sembarangan menuduh," ujar Deddy.

Menurut Deddy, menghindari suatu gerakan massa dari kepentingan pihak lain memang sulit. Sebab, akan ada pihak-pihak yang berselancar di balik kepentingan massa.

Ia juga enggan berspekulasi bahwa keputusan mahasiswa UBK bertemu Gibran didasari kepentingan lain. Bisa jadi mereka memiliki niat baik menyampaikan aspirasi langsung.

"Walaupun tentu itu di luar bayangan teman-temannya semua, jadi inisiatif sendiri gitu.

Tapi fakta bahwa polisi yang memberikan uang menurut pengakuan mereka, itu betul-betul keterlaluan sih kalau menurut saya," katanya.