DPC Partai Gerindra dan PDIP kompak menegur Pemerintah Kota Solo terkait pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).

Mereka mempertanyakan alasan perlakuan serupa tidak diberikan saat Presiden Prabowo Subianto berulang tahun. Wali Kota Solo, Respati Ardi, diketahui merupakan kader Gerindra.

in1

>>> Kisah Pria Gen Z Dijuluki Bidan Tertampan, Disebut Memalukan oleh Keluarga

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengaku kecewa. "Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan?

Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada.

Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra," ujarnya.

Menurut Ardianto, baliho tersebut dipasang setidaknya di tujuh titik. Ia mendapat laporan bahwa baliho itu milik Pemkot Surakarta.

PDIP Soroti Potensi Penyalahgunaan Anggaran

Politikus PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR Solo, Silvester Rony Kamtoro, mempertanyakan sumber pendanaan baliho tersebut. Ia menengarai potensi penyalahgunaan anggaran daerah.

>>> IHSG Bangkit ke 6.135 Usai Pengumuman MSCI

"Uang APBD kan pasti harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan atau per orangan," kata Silvester.

Ia menambahkan bahwa citra Jokowi saat ini identik dengan PSI. Pemasangan baliho itu dinilai bisa menimbulkan kecemburuan partai lain.

Respons Wali Kota Solo

Wali Kota Solo, Respati Ardi, tidak banyak berkomentar.

Ia mengatakan pemasangan baliho itu sebagai bentuk apresiasi atas perubahan besar yang dibawa Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2012.

Namun, ia mengakui kesalahannya. "Masalah dari Pak Ketua (Ardianto) kemarin, pokoknya (saya) salah.

>>> Ibu Ini Direkrut Agensi Model Saat Antar Anak Audisi

Siap salah," jawab Respati, Selasa (23/6).