Akses Jadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia, Bukan Minat Baca
Rendahnya budaya literasi di Indonesia sering dikaitkan dengan minat baca masyarakat.
Namun, pengurus Literatour sekaligus bookstagram @awaywithbooks, Wahyu Novianto, menilai persoalan utamanya justru terletak pada akses terhadap buku yang belum merata.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.952, Nyaris Tembus Rp18.000
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kegemaran membaca masyarakat pada 2025 mencapai 54,80 persen dan berada dalam kategori sedang.
Angka itu menunjukkan kesadaran membaca sebenarnya sudah mulai tumbuh.
Wahyu menilai banyak orang, terutama di kota-kota besar, memiliki keinginan kuat untuk membaca. "Kalau ngomongin minat baca, sebenarnya minat baca itu sangat-sangat tinggi.
Kemauan untuk membaca itu besar, apalagi dari bubble di kota atau di sosial media yang algoritma itu membaca," ujarnya.
Akses Buku Masih Jadi Hambatan
Meski minat baca tinggi, akses terhadap bahan bacaan masih menjadi hambatan utama. "Semakin mudah akses terhadap buku, minat membaca semakin mudah untuk diikuti," kata Wahyu.
Ia juga mengakui kondisi literasi saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif. "Sekarang sudah mulai meningkat, tapi semakin meningkat lagi itu akan sangat menyenangkan," tuturnya.
Menurut Wahyu, persoalan akses bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi juga kesesuaian tema bacaan dengan kebutuhan masyarakat.
>>> Ekspor Daihatsu Naik 30 Persen, Produksi Tembus 169 Ribu Unit hingga Mei 2026
Banyak taman baca memiliki koleksi buku yang kurang relevan dengan minat pembacanya.
"Kita kasih donasi buat taman baca targetnya anak-anak, tapi kita ngasihnya buku berternak lele. Ya bagaimana anak-anak mau tertarik?
Itu bagian dari akses juga," ucapnya.
Akses geografis juga masih menjadi tantangan.
Di sejumlah kota kecil dan kabupaten, toko buku sulit ditemukan sehingga masyarakat memiliki pilihan terbatas untuk memperoleh bacaan.
Dengan kondisi tersebut, Wahyu menilai akses literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.
"Kadang kita menyalahkan minat baca orang Indonesia rendah, tapi bagaimana minat baca mau dinurture dengan baik kalau aksesnya susah?"
>>> Prabowo Akui Tahu Pembiaya Demo, Netizen Tanya 'Wapres Pak?'
pungkasnya.
Update Terbaru
Update Sonic Racing: CrossWorlds Ver. 1.4.1 Hadirkan Classic Sonic dan Gadget Baru
Rabu / 24-06-2026, 17:40 WIB
Demi Punya Pinggang Terkecil di Dunia, Wanita Ini Pakai Korset 24 Jam
Rabu / 24-06-2026, 17:40 WIB
6 Zodiak yang Jarang Mengeluh Meski Sedang Banyak Masalah
Rabu / 24-06-2026, 17:40 WIB
Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tidak Selalu Bebas Pajak, Ini Batasnya
Rabu / 24-06-2026, 17:28 WIB
Cara Cicil Tunggakan BPJS Kesehatan Lewat REHAB 3.0, Bisa Harian hingga Bulanan
Rabu / 24-06-2026, 17:28 WIB
Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
Rabu / 24-06-2026, 17:24 WIB
Konsumsi Token LLM China Tembus 100 Triliun per Hari, AI Makin Laku Keras
Rabu / 24-06-2026, 17:24 WIB
DPR Desak Polri Bongkar Aktor di Balik Uang Demo Rp20 Juta ke Mahasiswa
Rabu / 24-06-2026, 17:24 WIB
Komunitas Otomotif Kini Padukan Hobi Mobil dengan Olahraga Padel
Rabu / 24-06-2026, 17:21 WIB
Registrasi Kartu SIM Kini Pakai Verifikasi Wajah Mulai 1 Juli 2026, Ini Keunggulannya
Rabu / 24-06-2026, 17:20 WIB
Rumor Putus Lisa BLACKPINK dengan Frédéric Arnault Kembali Mencuat
Rabu / 24-06-2026, 16:56 WIB
Eli U-KISS Umumkan Menikah Lagi, Mantan Istri Ji Yeon Soo Buka Suara
Rabu / 24-06-2026, 16:56 WIB
Akun Instagram Dukcapil Kemendagri Dibajak, Pemulihan Diupayakan
Rabu / 24-06-2026, 16:54 WIB
FIFA Ungkap Tujuan Hydration Break, Bantah Cari Cuan Tambahan
Rabu / 24-06-2026, 16:54 WIB






