Latvia Peringatkan Rusia Siapkan Serangan Hibrid ke Negara Baltik
Intelijen Latvia mengeluarkan peringatan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan hibrid ke negara-negara Baltik dan Polandia.
Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menekan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar berhenti mendukung Ukraina.
>>> Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony di Kasus BGN
Menurut penilaian intelijen Latvia, serangan tersebut kemungkinan menggunakan drone atau bentuk hibrida lainnya, bukan perang konvensional.
"Kami melihat indikasi Rusia sedang mempersiapkan provokasi militer terhadap Baltik atau Polandia, bukan perang konvensional karena Rusia belum mampu," demikian pernyataan intelijen Latvia, dikutip dari Fox pada Senin (22/6).
Mereka menambahkan, serangan hibrida seperti rudal, drone, atau tindakan lain dirancang untuk mengirimkan sinyal agar NATO menghentikan dukungan untuk Ukraina.
Meski demikian, intelijen Latvia menyatakan saat ini tidak ada ancaman militer skala penuh terhadap negara mereka.
"Kami tak khawatir dengan skala penuh saat ini.
Rusia butuh tiga hingga lima tahun, bahkan jika perang di Ukraina berakhir, untuk membangun kembali kemampuan yang memadai," lanjut mereka.
Kekhawatiran Salah Perhitungan Putin
Kekhawatiran paling mendesak selain perang hibrida adalah kemungkinan salah perhitungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS pada Selasa Sore
Intelijen Latvia menilai Putin terus mencari cara menekan anggota NATO agar mundur dari Ukraina, namun bisa menerima penilaian yang menyimpang dari internal Moskow.
"Kekhawatiran terbesar adalah salah perhitungan.
Lembaga-lembaga Rusia mengatakan ke Putin apa yang dia dengar, dan itu menciptakan siklus bahaya yang bisa memicu keputusan bodoh dan tak masuk akal," kata intelijen Latvia.
Mereka juga menyebut Putin semakin terisolasi dan hanya ingin menerima berita positif, sehingga pengambilan keputusan menjadi bermasalah.
Peringatan Latvia sejalan dengan kekhawatiran Polandia yang pada awal Juni menyebut perang hibrida Rusia terhadap sayap timur NATO sudah berlangsung.
Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Bosacki menyebut serangan siber, pembunuhan, aktivitas drone, dan serangan terhadap infrastruktur penting di wilayah NATO sebagai bentuk perang hibrida.
>>> 4 Tim yang Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Negara-negara Baltik dan Polandia adalah sekutu NATO, sehingga provokasi Rusia di sana berisiko memicu konfrontasi yang lebih luas.
Update Terbaru
BenQ MA320UG Monitor 32 Inci 4K 120Hz Resmi Diluncurkan di India
Selasa / 23-06-2026, 18:25 WIB
Nothing Resmi Umumkan Peluncuran Phone (4b) pada 7 Juli
Selasa / 23-06-2026, 18:24 WIB
Mesin Bor Terowongan Jerman Tiba di Washington untuk Proyek Pengendalian Limbah Potomac
Selasa / 23-06-2026, 18:24 WIB
Cara Cek Bansos PKH BPNT 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Datang ke Kantor Dinsos
Selasa / 23-06-2026, 18:21 WIB
BPNT Juni 2026 Cair? Ini Cara Cek Status dan Jadwal Penyaluran
Selasa / 23-06-2026, 18:18 WIB
Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Juni 2026, Mudah Lewat HP
Selasa / 23-06-2026, 18:18 WIB
Cek Bansos PKH Pakai NIK KTP, Ketahui Apakah Anda Masih Terdaftar sebagai Penerima
Selasa / 23-06-2026, 18:18 WIB
Ojol Korban Tabrak Lari BMW di Jakarta Barat Selamat, Polisi Bantah Kabar Meninggal Dunia
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Kekayaan Nasional Terus Keluar
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Marc Marquez Resmi Perpanjang Kontrak di Ducati hingga 2028
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Pollux Group: Hotel Ramah Lingkungan Makin Diminati Wisatawan
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Universitas Terbuka Tawarkan Kuliah Sarjana Mulai Tujuh Ribu Sehari
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Kepala Negosiator Iran Kunjungi Oman Usai Kesepakatan dengan AS di Swiss
Selasa / 23-06-2026, 18:14 WIB
Polda Jabar Gandeng Meta Buru Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
Selasa / 23-06-2026, 18:13 WIB






