Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor beras, jagung, dan pupuk yang mulai dilakukan Indonesia tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani dalam negeri.

Ia meminta setiap transaksi ekspor tetap memperhatikan harga yang diterima petani agar tidak merugi.

in1

>>> Jasad Wanita di Parkir Bandara Juanda Ternyata ASN Pemkab Bangkalan

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyinggung meningkatnya permintaan sejumlah negara terhadap komoditas pangan dan pupuk dari Indonesia seiring membaiknya produksi dalam negeri.

"Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar.

Ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman)?

Petani jangan rugi," kata Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Prabowo mengungkapkan Indonesia kini mulai mengekspor berbagai komoditas pertanian dan pupuk ke sejumlah negara.

Bahkan, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese disebut telah menghubunginya secara langsung untuk meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

"Saya ditelepon Perdana Menteri Australia (Albanese). Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka.

Saya bilang, 'jual, kirim ke mereka'," ujarnya.

Prabowo menyebut banyak negara saat ini membutuhkan pupuk dan pangan dari Indonesia.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kapasitas produksi nasional, terutama setelah pemerintah mendorong swasembada pangan.

>>> 9 Cara Menghadapi Orang NPD agar Tidak Terjebak Gaslighting

Karena itu, ia menilai Indonesia kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian global, termasuk gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik.

"Sekarang kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana, terjadi Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri kita akan mampu mengatasi," katanya.