Presiden Prabowo Subianto membongkar fakta kelaparan global dalam pidatonya di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo.

Ia sekaligus menyindir pihak-pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

in1

>>> Tersangka Ijazah Palsu Jokowi, dr. Tifa Cerita Tekanan Darah Meledak di Ruang Penyidik

Prabowo menantang para penolak MBG untuk datang langsung ke Gorontalo. Mereka diminta bertanya kepada petani, nelayan, dan anak-anak apakah program tersebut dibutuhkan.

"Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya.

Tanya itu petani, nelayan, MBG perlu atau tidak?" kata Prabowo, Kamis (25/6).

"Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" lanjutnya yang kemudian dijawab 'perlu' dengan sorak.

Ancaman Kelaparan Global

Prabowo menegaskan tidak ada yang lebih genting daripada mengatasi perut lapar. Menurutnya, perut kosong yang tidak segera diisi bisa berakibat fatal, bahkan kematian.

>>> 5 Yel Yel Kelas Lucu dan Penuh Semangat, Cocok untuk Berbagai Kegiatan

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada lebih genting dari perut lapar.

Orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi, ya dia mati!" ucap Prabowo.

Ia juga menyebutkan ramalan PBB bahwa kelaparan global tahun ini akan meningkat drastis. Dari 300 juta orang dua tahun lalu menjadi 500–700 juta orang saat ini.

Di tengah ancaman tersebut, Prabowo menyebut Indonesia sudah mulai mengekspor pangan dan membantu negara lain yang kekurangan pasokan.

>>> 10 Contoh Banner MPLS Siswa Baru SD SMP SMA SMK 2026 yang Keren

"Saudara-saudara, alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain, saudara-saudara sekalian," tandasnya.