Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat. Guncangan hebat menyebabkan sejumlah bangunan runtuh di ibu kota Caracas.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan banyak korban dan kerusakan luas.

in1

>>> Kejaksaan Agung Setor Hasil Rampasan Korupsi Rp19,6 Triliun ke Kas Negara

"Banyak korban dan kerusakan luas kemungkinan terjadi dan bencana ini kemungkinan meluas," demikian pernyataan USGS.

Pusat gempa berada sekitar 160 kilometer sebelah barat Caracas. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan perkiraan jumlah korban tewas atau luka-luka.

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengonfirmasi bahwa beberapa bangunan telah runtuh. "Beberapa bangunan telah runtuh, rumah-rumah telah ambruk," ujarnya.

Venezuela terletak di wilayah tektonik aktif, di mana Lempeng Karibia bertabrakan dengan Lempeng Amerika Selatan. Wilayah ini kerap mengalami aktivitas seismik.

>>> Neymar Menangis Usai 980 Hari Absen, Kembali Bela Brasil

Warga Caracas bergegas mengungsi saat gempa mengguncang bangunan. Seorang warga bernama Coro Martinez (56) yang tinggal di bagian timur Caracas menceritakan pengalamannya.

"Terdengar suara benturan yang sangat keras. Barang-barang berjatuhan di rumah, kendi di dalam kulkas.

Saya belum pernah mengalami hal seperti ini," kata Martinez.

>>> Gempa Dahsyat Venezuela, Korban Tewas Diperkirakan Capai 100 Ribu Orang

Gempa ini mengingatkan pada gempa dahsyat berkekuatan 6,3 SR yang melanda Caracas pada tahun 1967. Saat itu, gempa menyebabkan kerusakan parah dan banyak korban jiwa.