Rentetan gempa mengguncang tiga wilayah berbeda di dunia dalam kurun waktu 12 jam terakhir. California Utara, Venezuela, dan Jepang mengalami gempa dengan magnitudo cukup besar.

Pakar kebencanaan memastikan bahwa ketiga gempa tersebut tidak saling berkaitan. Masing-masing gempa dipicu oleh mekanisme sumber yang berbeda.

in1

>>> IHSG Melambung 1,45 Persen ke 5.969 pada Perdagangan Kamis Pagi

Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan bahwa gempa California Utara dan Venezuela dipicu oleh pergeseran sesar lokal.

Sementara gempa Jepang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.

Rentetan aktivitas seismik dimulai di California Utara pada Rabu (24/6) malam pukul 22.10 WIB.

Gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 berpusat di darat, 11 kilometer utara Redwood Valley, dengan kedalaman 8,9 kilometer.

Pada Kamis (25/6) pagi pukul 05.05 WIB, Venezuela diguncang gempa dahsyat Magnitudo 7,5.

Pusat gempa berada di darat, 23 kilometer tenggara Yumare, dengan kedalaman 10 kilometer, dipicu oleh mekanisme sesar geser.

Berselang 25 menit, Jepang Utara diguncang gempa Magnitudo 6,9 pada pukul 05.30 WIB.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 35 kilometer timur-timur laut Kuji, dengan kedalaman menengah 51,7 kilometer.

Daryono menambahkan bahwa gempa Jepang dipicu oleh mekanisme sesar naik akibat aktivitas subduksi.

>>> Hasil Piala Dunia: Tekuk Korea Selatan, Afrika Selatan Lolos Dramatis

Guncangan mencapai skala intensitas VI MMI, membuat warga sulit berdiri tegak dan merontokkan benda rumah tangga, namun tidak memicu tsunami.

Menurut Daryono, ketiga gempa memiliki sumber sendiri-sendiri. California Utara dan Venezuela berasal dari sesar atau patahan, sedangkan Jepang dari megathrust.

Ia menegaskan bahwa tidak ada rambatan atau saling picu antar gempa. Sumber gempa di Bumi berjumlah jutaan, sehingga kejadian berdekatan hanyalah kebetulan.