Gempa besar berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela pada Kamis (25/6) waktu setempat. Guncangan keras menyebabkan sejumlah gedung bertingkat runtuh dan bandara terpaksa ditutup.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan gempa ini berpotensi menewaskan hingga 100.000 orang. Selain itu, gempa juga memutus jaringan listrik dan internet di sejumlah wilayah.

in1

>>> Terrion Arnold Serahkan Diri, Bantah Tuduhan Penculikan dan Perampokan

Dua Gempa Berturut-turut

Gempa pertama terjadi pada pukul 22.04 waktu setempat dengan episentrum 21 kilometer di barat kota pesisir Moron.

Hanya berselang satu menit, gempa M 7,5 melanda sekitar 45 kilometer dari lokasi pertama.

Menurut USGS, gempa utama berkekuatan 7,5 ini didahului oleh gempa pendahulu berkekuatan 7,2 yang terjadi 39 detik sebelumnya.

Kedua gempa tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

>>> GTA 6 Siap Rilis di Akhir Tahun, Pre-order Dibuka Hari Ini

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyatakan beberapa bangunan runtuh dan atapnya hancur. Ia meminta warga meninggalkan rumah dan memutus pasokan gas ke sejumlah gedung sebagai tindakan pencegahan.

Seorang karyawan bank di Caracas, Odalis Escalona, menggambarkan kepanikan saat gempa terjadi. "Tangga terlepas, seluruh dinding retak.

Barang-barang berjatuhan dari langit-langit. Itu mengerikan," ujarnya.

Di sebuah pusat perbelanjaan di Caracas, teriakan panik terdengar saat gempa kedua mengguncang.

>>> Polri Ungkap Peran Oknum Bea Cukai di Kasus Impor HP Seken Ilegal

Pemilik toko Heidi Romero yang berada di lantai atas mengaku tidak tahu berapa lama gempa berlangsung.