Dua gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Guncangan tersebut merobohkan sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan memaksa warga berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri.

in1

>>> Jokowi Akan Keliling Indonesia, Besok Pagi ke Lampung

Di tengah kepanikan, sejumlah keluarga terlihat mencari kerabat mereka yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Antonio, ini ibu.

Ibu ada di sini," teriak seorang perempuan di depan puing-puing gedung apartemen 22 lantai yang ambruk di kompleks permukiman Petunia, kawasan Los Palos Grandes, Caracas, melansir AFP.

Sejumlah warga berupaya mencari korban secara mandiri sambil menunggu tim penyelamat tiba.

Mereka memanjat tumpukan puing, memanggil nama anggota keluarga yang hilang, serta berusaha mendengar kemungkinan suara dari bawah reruntuhan.

"Kami butuh senter," ujar salah seorang relawan dadakan yang hanya didampingi seorang polisi di lokasi.

Di lokasi lain, teriakan memanggil nama anggota keluarga juga terdengar bersahut-sahutan. Seorang pria tampak menangis di pinggir jalan sambil menyaksikan bangunan yang hancur.

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, disusul gempa kedua hanya beberapa saat kemudian.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa masing-masing berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Getaran kuat menyebabkan bangunan-bangunan di Caracas mengalami kerusakan hingga runtuh. Warga berlarian keluar rumah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran untuk menghindari risiko bangunan roboh.

Pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama tersebut.

Sementara Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut negara bagian Trujillo, Carabobo, Miranda, dan La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.