Hingga kini pemerintah belum mengonfirmasi jumlah korban jiwa. Cabello hanya menyatakan terdapat korban luka, namun belum merinci jumlahnya.

Di sebuah pusat perbelanjaan di Caracas, kepanikan juga terjadi ketika bangunan mulai berguncang.

in1

>>> Ochoa Disambut Meriah Saat Meksiko Tekuk Ceko 3-0

Odalis Escalona, pegawai bank berusia 54 tahun, mengatakan tangga dan dinding mengalami kerusakan saat gempa terjadi.

"Tangga terlepas, seluruh dinding retak. Benda-benda berjatuhan dari langit-langit.

Sangat mengerikan," ujarnya.

Saksi lainnya, Zenia Gonzalez, mengatakan dirinya dan pengunjung lain sempat bertahan di dalam gedung sebelum akhirnya berlari keluar melalui eskalator.

"Kami menunggu guncangannya mereda lalu berlari turun lewat eskalator. Kami harus menunggu karena guncangannya sangat kuat dan berlangsung cukup lama," katanya.

Di kawasan La Castellana, warga bernama Maria Romero mengaku sempat ragu apakah harus berlindung di bawah meja atau segera keluar dari apartemennya.

"Bangunannya bergoyang sangat kuat dan terdengar seperti suara gemuruh yang dalam.

Saya sempat berpikir untuk berlindung di bawah meja, tapi akhirnya memutuskan keluar," kata insinyur berusia 48 tahun itu.

Selain menyebabkan kerusakan pada bangunan, pemerintah Venezuela juga menetapkan status darurat. Rodriguez mengatakan bandara utama negara itu ditutup sementara setelah mengalami kerusakan akibat gempa.

Gempa kali ini menjadi salah satu yang terbesar di Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.

Sebelumnya, gempa pada 1997 di wilayah timur laut menewaskan 73 orang, sementara gempa Caracas pada 1967 merenggut 236 korban jiwa.

Kawasan Los Palos Grandes juga menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah dalam gempa 1967.

Tak lama setelah dua gempa mengguncang Venezuela, gempa kuat juga terjadi di wilayah utara Jepang.

>>> Rute dan Jadwal KRL Solo Jogja Terbaru 24–25 Juni 2026

Badan Meteorologi Jepang menyatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut.