Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah di Venezuela pada Rabu (24/6) malam waktu setempat.

Badan Meteorologi dan Geofisika Amerika Serikat (USGS) memprediksi korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 10 ribu hingga 100 ribu orang.

in1

>>> Novita Hardini: Penambahan Layar Bioskop Bukan Solusi Instan

Pakar mengungkapkan alasan di balik prediksi tingginya angka korban jiwa tersebut.

Bangunan Tua Jadi Faktor Utama

Ahli teknik sipil dari Amerika Serikat menyebut banyaknya bangunan tua di Venezuela menjadi faktor utama kerentanan terhadap gempa.

Kenneth O'Dell, Kepala MHP Structural Engineers, mengatakan bangunan-bangunan tersebut kemungkinan dibangun sebelum awal tahun 1970-an.

>>> KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Tersangka Kasus Gratifikasi

"Jenis bangunan yang akan menunjukkan kerusakan adalah struktur beton dari bangunan rentan yang kemungkinan dibangun berdasarkan versi kode bangunan lama yang digunakan di Venezuela," ujar O'Dell, mantan Presiden Asosiasi Insinyur Struktur California.

Ia menambahkan bahwa Venezuela telah mengadopsi kode internasional sejak saat itu, termasuk kode American Concrete Institute.

>>> Hutan dan Perdagangan Karbon Dunia: Apakah RI Siap Jadi Pemain Utama?

Kode tersebut melengkapi bangunan-bangunan baru dengan "kinerja yang lebih baik" untuk menahan gempa.