Hutan dan Perdagangan Karbon Dunia: Apakah RI Siap Jadi Pemain Utama?
Perdagangan karbon menjadi salah satu mekanisme untuk mengontrol emisi dan menahan laju pemanasan global. Indonesia berpotensi menjadi pemain utama di sektor ini.
Kementerian Kehutanan mencatat potensi karbon Indonesia yang dapat diperdagangkan mencapai sekitar 13,4 miliar ton setara karbon dioksida (CO2e) hingga 2050.
>>> Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi di Gorontalo Aman
Apa Itu Perdagangan Karbon?
Nature Climate Solution Lead Konservasi Indonesia Iwan Wibisono menjelaskan perdagangan karbon adalah mekanisme jual-beli izin emisi. Bukan seperti memindahkan arang dengan truk.
Contohnya, sebuah hutan yang mampu menyerap 100 ton CO2e akan dihitung dan diterbitkan dalam bentuk sertifikat karbon. Sertifikat ini menjadi bukti pengurangan emisi.
Sertifikat tersebut dapat diperdagangkan langsung, melalui broker, atau di bursa karbon. Uni Eropa, China, dan California telah menerapkan sistem serupa.
Perdagangan Karbon di Indonesia
Di Indonesia, sertifikat karbon diterbitkan oleh lembaga internasional seperti Verra, Plan Vivo, Gold Standard, dan Global Climate Council.
Saat ini ada 16 proyek karbon di sektor kehutanan.
Proyek-proyek tersebut tersebar di Kalimantan Barat (5 proyek), Kalimantan Tengah (5), Riau (3), Maluku (2), dan Sumatra Selatan (1).
Total pengurangan emisi tahunan diperkirakan 35,55 juta MtCO2e.
Sertifikat karbon dapat diperdagangkan di Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang dikelola PT Bursa Efek Indonesia. Pelaku usaha dengan komitmen penurunan emisi dapat membeli unit karbon di sana.
IDXCarbon memiliki dua pasar: allowance market (cap and trade) dan offset market. Offset market memperdagangkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Perusahaan dapat membeli SPE-GRK untuk memenuhi target penurunan emisi maupun komitmen netral karbon dan net zero emission.
Update Terbaru
Afrika Selatan Bungkam Korea Selatan dan Ukir Sejarah ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
6 Penyebab Sembelit Selain Kurang Serat, dari Kurang Olahraga hingga Kecemasan
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Ini Penyebab Venezuela Diguncang Gempa Magnitudo 7 Dua Kali Sekaligus
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Pelatih Korea Selatan Akui Tanggung Jawab Usai Kalah dari Afrika Selatan
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Bishop Briggs, Penyanyi Hits 'River', Kini di Usia 30-an
Kamis / 25-06-2026, 14:29 WIB
TOP 35 Acara TV serta Rating Terbaik Hari ini 26 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Mulai Turun Peringkat
Kamis / 25-06-2026, 14:29 WIB
Fab Morvan Akui Tak Sempat Berdamai dengan Clive Davis Sebelum Meninggal
Kamis / 25-06-2026, 14:29 WIB
Porsche Ganti Basis Cayman dengan 911 untuk GT4 R Baru
Kamis / 25-06-2026, 14:28 WIB
Prancis Alami Gelombang Panas Ekstrem, Rekor Suhu Terpecahkan
Kamis / 25-06-2026, 14:28 WIB
Richard Lee Siap Blak-blakan dalam Eksepsi 24 Halaman Hari Ini
Kamis / 25-06-2026, 14:28 WIB
Gempa Dahsyat M 7,5 Venezuela Terbesar dalam Seabad
Kamis / 25-06-2026, 14:28 WIB
Neymar Usai Debut di Piala Dunia 2026: Saya Bisa Main 200 Menit
Kamis / 25-06-2026, 14:28 WIB
Bahlil: 10 Hari Terakhir Jadi Menteri ESDM Merangkap PM PLN
Kamis / 25-06-2026, 14:25 WIB
Pre Order GTA 6 Resmi Dibuka, Cek Detail Harga di Indonesia
Kamis / 25-06-2026, 14:25 WIB






