PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Gorontalo dalam kondisi aman dan sesuai ketentuan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung produktivitas pertanian dan program swasembada pangan nasional.

in1

>>> Kemlu Tanggapi Isu Pabrikan Komponen Hengkang: Banyak Investasi Baru Masuk

Apresiasi Kementerian Pertanian

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengapresiasi Pupuk Indonesia karena mampu menyalurkan pupuk bersubsidi hingga ke petani dengan baik.

Ia menekankan bahwa titik kritis pada faktor produksi pertanian salah satunya adalah distribusi pupuk bersubsidi.

"Kita jaga kinerja Pupuk Indonesia. Kami selalu memonitor pendistribusian pupuk bersubsidi hingga di tangan petani.

Monitoring ini bertujuan meminimalisasi kendala di lapangan, sehingga produktivitas pertanian dapat dijaga.

Dengan pembenahan-pembenahan yang telah dilakukan, Insya Allah di tahun 2026 ini kita bisa melanjutkan swasembada," ujar Andi.

Stok Nasional Mencapai 1,2 Juta Ton

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan stok pupuk subsidi dan nonsubsidi sebesar 1,2 juta ton.

Rinciannya, pupuk subsidi sebanyak 876.989 ton dan nonsubsidi 342.665 ton. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan penebusan pupuk bersubsidi nasional selama sekitar 20 hari ke depan.

>>> Jadwal KRL Jogja–Solo 25 Juni 2026, Rute Lengkap Tugu hingga Palur

"Kami pastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani sesuai ketentuan yang berlaku.

Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta seluruh mitra penyalur agar distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran," ujar Robby dalam kegiatan PILAR TANI di Gorontalo, Senin (22/6).