Per 20 Juni 2026, stok terdiri dari pupuk Urea 561.588 ton, NPK Phonska 236.654 ton, NPK Kakao 11.632 ton, SP-36 17.573 ton, ZA 2.871 ton, dan pupuk organik 46.673 ton.

Pupuk Indonesia juga melakukan monitoring harian terhadap ketersediaan stok hingga tingkat Penerima Pada Titik Serah (PPTS) untuk memastikan pupuk selalu tersedia saat dibutuhkan petani.

Serapan Pupuk di Gorontalo

in1

Hingga 20 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional mencapai 4.611.695 ton atau 46,84 persen dari alokasi nasional sebesar 9.845.686 ton.

Khusus serapan di Gorontalo, pada periode yang sama mencapai 42.398 ton, setara dengan 21 persen dari alokasi 2026 sebesar 206.284 ton.

Pupuk Indonesia juga mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang sesuai dosis anjuran untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, menjaga kesuburan tanah, dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

>>> Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Nonaktif Lewat Mobile JKN dan WhatsApp PANDAWA

"Melalui sinergitas, Pupuk Indonesia optimistis ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Gorontalo dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional," tutup Robby.