Penyebab Rentetan Gempa Dahsyat di Dunia Hari Ini
Empat gempa dahsyat terjadi di tiga negara dalam waktu berdekatan pada Kamis (25/6) WIB. Gempa-gempa itu mengguncang Venezuela, Jepang, dan Amerika Serikat.
Gempa pertama bermagnitudo 7,5 melanda Venezuela pukul 05:05 WIB. Pusatnya berada di darat, 23 kilometer tenggara Yumare, dengan kedalaman 10 kilometer.
>>> Afrika Selatan Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan
Gempa tersebut dipicu oleh mekanisme sesar geser. Dua gempa dahsyat terjadi di Venezuela dengan selisih hanya 39 detik.
Gempa magnitudo 7,2 melanda sekitar 160 kilometer barat Caracas, disusul gempa magnitudo 7,5. Banyak bangunan runtuh akibat guncangan.
Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan keadaan darurat nasional. Ia meminta dana dari organisasi multilateral untuk pemulihan.
Berselang 25 menit, Jepang bagian utara diguncang gempa magnitudo 6,9 pukul 05:30 WIB.
Episenter gempa berada di laut, 35 kilometer timur-timur laut Kuji, dengan kedalaman 51,7 kilometer.
Sementara di Amerika Serikat, gempa magnitudo 5,6 terjadi di California Utara pada Rabu (24/6) pukul 22.10 WIB.
>>> Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Juara Grup, Kanada Tetap Lolos
Pusat gempa berada di darat, 11 kilometer utara Redwood Valley, dengan kedalaman sangat dangkal 8,9 kilometer.
Apakah Gempa-Gempa Ini Saling Berkaitan?
Menurut seismolog dari Institut Teknologi California, Dr. Lucy Jones, gempa-gempa tersebut tidak saling berkaitan. Gempa terjadi pada sistem patahan dan batas lempeng yang terpisah.
Jones mengatakan gempa besar yang terpisah ribuan mil umumnya tidak meningkatkan kemungkinan gempa besar lain di tempat lain.
Waktu kejadian mungkin kebetulan, tetapi lokasinya tidak.
Setiap gempa terjadi di sepanjang batas lempeng aktif yang terkenal, di mana tekanan telah menumpuk selama puluhan hingga ratusan tahun.
Gempa besar di wilayah tersebut merupakan bagian dari siklus alam.
>>> Datangi Rumah Jokowi di Solo, Chika Yenalovy Dampingi Rizky Irmansyah Serahkan Undangan Pernikahan
Meskipun demikian, memprediksi secara tepat kapan gempa akan terjadi tetap tidak mungkin.
Update Terbaru
Dugaan Fraud UPS Pondok Jaya, Pegadaian Tegaskan Nol Toleransi
Kamis / 25-06-2026, 13:25 WIB
Vinicius Jr. Cetak Gol di Tiga Laga Awal Piala Dunia 2026, Ulangi Catatan Juara Brasil
Kamis / 25-06-2026, 13:25 WIB
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026 Mulai Rp1 Jutaan
Kamis / 25-06-2026, 13:25 WIB
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Baterai 10.000 mAh Siap Meluncur Juli
Kamis / 25-06-2026, 13:22 WIB
Samsung Galaxy Watch 9: Bocoran Desain, Spesifikasi, dan Harga
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
Samsung Konfirmasi Keberadaan Galaxy S27 Pro
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
Waspada! Penyakit-Penyakit Ini Dipicu oleh Kebiasaan Merokok
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
Dari Konvensional ke Listrik: Ini yang Perlu Diketahui Pengguna Baru
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
Google Play Perluas Program Pilihan Tagihan, Turunkan Biaya dan Beri Insentif Baru
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
Gemini 3.5 Flash Kini Mendukung Penggunaan Komputer Native untuk Agen AI
Kamis / 25-06-2026, 13:21 WIB
iQOO Neo 12 Dikabarkan Uji Layar 2K 185Hz, Baterai 9.000mAh
Kamis / 25-06-2026, 13:20 WIB
Counterpoint: Lebih dari 50% Ponsel pada 2027 Akan Miliki AI Canggih
Kamis / 25-06-2026, 13:20 WIB
New Vario Evo 160 Tanpa RoadSync, Honda: Konsumen Belum Butuh
Kamis / 25-06-2026, 13:20 WIB
Kenapa Gempa M 7,5 Venezuela Diprediksi Tewaskan 100 Ribu Orang?
Kamis / 25-06-2026, 13:14 WIB






