Fenomena revenge bedtime procrastination atau begadang balas dendam semakin banyak dialami masyarakat modern.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan sengaja menunda waktu tidur demi mendapatkan waktu untuk diri sendiri setelah seharian sibuk.

in1

>>> Redmi K90 Ultra Dikonfirmasi Miliki Layar 165Hz dan Baterai 8.550 mAh

Para pakar tidur menjelaskan bahwa begadang balas dendam terjadi ketika seseorang sadar harus tidur, namun tetap memilih terjaga tanpa alasan mendesak.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?

Melansir dari Sleep Foundation, revenge bedtime procrastination adalah kebiasaan menunda tidur untuk melakukan aktivitas pribadi meski sadar hal itu mengurangi waktu istirahat.

Biasanya, seseorang tetap terjaga untuk scrolling media sosial, menonton film, bermain game, atau sekadar menikmati waktu sendirian di malam hari.

Istilah "revenge" muncul karena seseorang merasa ingin "mengambil kembali" waktu pribadi yang hilang akibat pekerjaan, tugas, atau aktivitas sepanjang hari.

Fenomena ini banyak dialami oleh orang-orang dengan jadwal padat yang merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menikmati hal-hal yang mereka sukai di siang hari.

Peran Media Sosial dan Dampak Kesehatan

Salah satu pemicu utama adalah penggunaan media sosial di malam hari. Banyak orang terus scrolling TikTok, Instagram, atau menonton video hingga larut malam tanpa sadar waktu terus berjalan.

>>> Spesifikasi Layar Oppo Find X10 Ultra dan Find X10 Pro Max Bocor

Penggunaan gadget sebelum tidur juga membuat otak lebih sulit rileks dan menunda waktu tidur lebih lama.

Meski terasa menyenangkan sesaat, kebiasaan tidur terlalu larut berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur dapat membuat tubuh lelah, sulit fokus, mudah emosional, hingga memengaruhi mood sehari-hari.