Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menyajikan pertandingan sengit di lapangan, tetapi juga memicu fanwar antarpendukung di media sosial.
Turnamen sepak bola terbesar ini selalu menarik perhatian miliaran orang, namun di era digital, euforia sering ternoda oleh gesekan emosional netizen yang tak terkendali saat membela tim favorit.
>>> Fenomena Karoshi: Budaya Kerja Overwork Kini Jadi Krisis Global
Persaingan di lapangan berjalan ketat sejak awal. Tiga tim sudah dipastikan tersingkir lebih awal: Haiti, Turki, dan Tunisia.
Haiti menjadi tim pertama yang angkat koper setelah kalah 0-3 dari Brasil.
Turki menyusul setelah kalah 0-1 dari Paraguay, dan Tunisia menjadi tim ketiga yang gagal melaju ke babak 32 besar.
Sementara itu, tim tuan rumah Amerika Serikat dan Meksiko tampil impresif dan sudah memastikan tiket ke fase gugur.
Fenomena fanwar sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah sepak bola. Pertikaian verbal antar suporter di platform digital sudah menjadi tradisi di setiap turnamen besar.
Pada Piala Dunia 2022, fanwar masif terjadi antara pendukung Argentina dan Prancis setelah final dramatis, serta antara fans Brasil dengan kubu lain.
Hal serupa juga terjadi di Piala Eropa 2024.
Ada beberapa alasan mengapa fanwar dianggap lumrah. Pertama, rivalitas sejarah yang kuat antar tim selama puluhan tahun diwariskan ke generasi penggemar berikutnya.
Kedua, turnamen seperti Piala Dunia memicu emosi nasionalisme yang kuat. Ketiga, media sosial berperan sebagai akselerator yang mempercepat dan memperluas konflik secara global.
Keempat, penggemar cenderung merasa identitas diri terancam saat tim favorit kalah.
>>> MenPPPA Ajak Perempuan Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan
Update Terbaru
Wapres Gibran Tanam Cemara di Katedral Asmat, Simbol Harapan Pembangunan
Minggu / 21-06-2026, 20:28 WIB
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026 dengan Chipset Kencang untuk Game Berat
Minggu / 21-06-2026, 20:27 WIB
Menteri PU Siap Dukung Pembangunan Huntara dan Perbaikan Jembatan di Sigi
Minggu / 21-06-2026, 20:27 WIB
7 Rekomendasi HP 5G Murah dengan Performa Kencang Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 20:26 WIB
Pencurian Catalytic Converter Meningkat Lagi, Hybrid Jadi Target Utama
Minggu / 21-06-2026, 20:25 WIB
MRS 2026 Putaran 2 Terapkan Regulasi Standar FIM di Mandalika
Minggu / 21-06-2026, 20:24 WIB
Debarkasi Hasanuddin Makassar Layani 1.949 Jamaah Haji Lansia
Minggu / 21-06-2026, 20:24 WIB
Wapres Gibran Siap Perluas MBG di Asmat, Gandeng Gereja
Minggu / 21-06-2026, 20:24 WIB
Courtois Ingatkan Belgia Jangan Remehkan Iran di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 20:24 WIB
Cisco Antisipasi Ancaman Komputasi Kuantum dengan Solusi Keamanan Baru
Minggu / 21-06-2026, 20:20 WIB
Kemesraan Katy Perry dan Justin Trudeau di Taman Tuai Kritik Warganet
Minggu / 21-06-2026, 20:20 WIB
Harga Beras hingga Daging Sapi di Pasar Kompak Meningkat
Minggu / 21-06-2026, 20:20 WIB
Marc Marquez Menangi MotoGP Ceko 2026 dan Samai Rekor Valentino Rossi
Minggu / 21-06-2026, 20:20 WIB
UEA Larang Anak di Bawah 15 Tahun Miliki Akun Media Sosial
Minggu / 21-06-2026, 20:16 WIB






